Anggaran Gizi Buruk Akan Ditambah

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur berencana menambah anggaran untuk alokasi penanganan gii buruk di wilayahnya. Penambahan anggaran itu dilakukan karena masih tingginya jumlah penderita gizi di wilayah Tuban.

Seperti diketahui, jumlah kasus gizi buruk di Tuban mencapai kisaran angka 702 penderita. Kasus ini sempat menjadi buah bibir banyak kalangan. Bahkan data tersebut sempat mengundang aksi unjuk rasa dari belasan mahasiswa yang menginginkan Pemkab lebih serius menangani permasalahan ini.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, mengatakan, kalau Pemkab berencana melakukan penambahan anggaran untuk penanganan gizi buruk. Hal ini juga sudah disampaikan dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2014 mendatang di hadapan anggoata DPRD Tuban.

“Anggaran gizi buruk akan kami tambah sekitar 1,1 milyar rupiah,” tegas Noor Nahar Hussein ketika berada di Gedung DPRD, Senin (2/12/2013).

Saat ini, anggaran untuk gizi buruk hanya senilai Rp 450 juta. Dengan penambahan Rp1,1 milyar, maka anggaran untuk alokasi sektor ini mencapai Rp1,5 milyar lebih.

Baca Juga :   Jelang Nataru, Satlantas Tingkatkan Ketertiban Berlalulintas

“Jadi sekarang penganggaran mencapai 1,5 Milyar lebih,” tambah Noor Nahar.

Dengan penambahan anggaran ini diharapkan mampu menekan angka gizi buruk di Tuban. Anggaran itu akan disalurkan melalui kegiatan posyandu-posyandu yang ada di Kabupaten Tuban. Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan dan pendataan secara berkala kepada Ibu dan Balita.

“Agar permasalahan gizi buruk bisa cepat tertangani,” tandas dia.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *