Desa Proyek PPGJ Dinilai Punya Inovasi Tinggi

LPAW

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora –  Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Kabupaten Blora, Jawa Tengah merilis hasil penelitian tentang desa yang memiliki tingkat inovasi tertinggi dalam aktivitas di desa masing-masing. Kajian ini berkerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora.

Sesuai hasil penelitian yang dilakukan, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, memperoleh nilai tertinggi pemetaan desa inovasi. Desa ini merupakan pusat Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ), Blok Gundih.

Koordinator Penelitian Desa Inovasi LPAW Blora, Imam Ali Bashori, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin,(02/12/2013), mengatakan,  berdasarkan hasil kajiannya, Desa Sumber menempati urutan pertama dengan perolehan nilai paling tinggi yakni 137,66. Setelah itu Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora dengan nilai 129,66.

Imam menuturkan, penilaian itu didasarkan pada lima variabel desa inovasi. Kelima variabel itu adalah dukungan sistem kelembagaan dan infrastruktur desa, kapasitas dan komitmen aparatur desa, potensi desa, aksesbilitas dan partisipasi masyarakat.

Imam menegaskan, meski Desa Sumber sebagai lokasi dengan keberadaan PPGJ yang dikerjakan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), Imam katakan bahwa itu bukan masuk obyek  penilaian.

Baca Juga :   Peringati Hari Kartini, Gelar Pawai Keliling Berhadiah

“Operasinya PPGJ di Sumber Itu tidak masuk obyek  penelitian. Karena penelitian berdasar lima variabel tersebut yang ada di Desa Sumber,” jelasnya.

Imam merinci, di Desa Sumber ada pemanfaatan teknologi di bidang pertanian seperti alat-alat teknologi pertanian, traktor-diesel dan lain sebagainya.  Juga terdapat inovasi di bidang sumber energi yaitu pemanfaatan biogas.

“Selain itu, di desa lokasi itu juga terdapat industri krupuk upil yang sangat potensial dikembangkan,” tegas Imam.

Sementara itu, Imam melanjutkan penilaiannya terhadap  Desa Sedangharjo, Kecamatan Blora, terdapat potensi industri, mebel dan konveksi.

“Itulah yang menjadikan Desa Sendangharjo masuk sebagai desa inovasi,” pungkasnya.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *