SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro-Â Berkembangnya industri minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dipastikan memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat setempat. Tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga gaya hidup masyarakat yang serba modern.
Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Bojonegoro, Mahfudhoh Suyoto, menyatakan, meskipun adanya proyek migas mampu menarik tenaga kerja dari pemuda lokal dan memberikan peluang usaha, namun kedatangan investor luar daerah secara tidak langsung memberi pengaruh buruk.
“Memang tidak semua, tapi ada pula pekerja proyek yang datang kesini dari luar jawa tanpa membawa keluarga,” kata Mahfudhoh.
Wanita berjilbab ini menyampaikan, seorang laki-laki terlebih usia muda memiliki naluri seksualitas yang sangat tinggi. Jika jauh dari pasangan yang sah dengan tuntutan pekerjaan tentu dapat menyebabkan rasa stress dan jenuh. Hal itu bisa menyebabkan perbuatan maksiat.
“Kami khawatir jika gadis-gadis desa terkena bujuk rayu orang-orang kota dan terjebak ke perbuatan maksiat,”tegasnya.
Istri Bupati Bojonegoro Suyoto ini menegaskan, dengan berkembangnya industri migas tentu berkembang pula tempat-tempat hiburan seperti cafe dan karaoke. Tempat-tempat tersebut menyesuaikan kebiasaan orang-orang luar kota yang menghabiskan waktu dengan berkaraoke ria.
“Pemkab sendiri tidak bisa melarang adanya cafe dan karaoke ini, tapi saya prihatin karena pengunjung yang datang kebanyakan remaja putri dengan busana seksi,” ujar dia, mengungkapkan.
Untuk itu, pihaknya menghimbau bagi orang tua agar memberikan perhatian lebih dan memantau pergaulan putra-putrinya dengan meningkatkan ilmu agama di rumah.
“Jangan sampai terjerumus pada pergaulan bebas yang memang sudah makin memprihatinkan,†pesan Mahfudhoh.
Terpisah, mantan purel dan penyanyi di salah satu cafe terkenal di Bojonegoro, Ir (30), mengaku, pernah melayani pekerja dari proyek migas dengan menemani menyanyi dan jalan-jalan.
“Ya begitulah Mbak, harus mau dipegang-pegang. Pakaian juga harus seksi, kalau ndak gitu ndak laku,” kata janda muda ini.
Wanita yang mewanti-wanti tidak menyebutkan identitasnya ini mengaku, bertaubat demi melihat dua buah hatinya yang beranjak dewasa. Dia tidak mau anaknya kelak mengikuti jejaknya bergulat dilembah hitam.
“Punya modal sedikit mbak, pulang ke desa saja buka usaha. Insya Allah lebih barokah,” tukas warga asli Kecamatan Ngraho ini.(rien)