SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai mencemaskan meluapnya Kali Bangi yang  berada tak jauh dari lokasi proyek Engineering Procuremen and Construktion (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu. Sebab, saat ini debit air sungai yang menjadi salah satu biang kerok banjir di wilayah setempat sudah mulai meninggi menyusul tingginya intensitas hujan di wilayah setempat.
Dari pantauan di lapangan, petani di sepanjang Kali Bangi saat ini sudah mulai menggarap sawahnya untuk ditanami padi. Namun tingginya intensitas hujan sejak September lalu membuat mereka khawatir. Sebab Kali Bangi merupakan tempat muaranya air dari saluran air yang ada di proyek Blok Cepu.
Namun dengan kondisi dangkalnya Kali Bangi saat ini menjadi air yang tertampung mudah meluber dan menerjang tanaman petani. Hal itu seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Â
Seorang warga Brabowan, Bambang, mengatakan, sawah yang berada di sekitar Kali Bangi kini sudah mulai digarap oleh petani sebagai persiapan penanaman padi. Ada yang sudah dibajak dan ada pula yang baru menabur benih wineh padi yang nantinya akan ditanam.
“Warga kawatir kalau nanti pada waktu penanaman hujan lebat dan Kali Bangi airnya meluber bisa merusak lahan dan tanaman, Mas. Karena, Kali Bangi sudah mulai dangkal,” kata Bambang kepada suarabanyuurip.com, Rabu (04/12/2013).
Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi agar luberan air Kali Bangi tidak merusak tanaman warga nantinya kontraktor pelaksana EPC-1 ataupun operator sumur Banyuurip, Blok Cepu Mobil Cepu Ltd (MCL) untuk segera melakukan normalisasi seperti yang sudah disepakati bersama.
“Saya tidak memandang siapapun yang akan mengerjakan penormalisasian Kali Bangi. Baik itu Tripatra ataupun MCL. Terpenting normalisasi itu segera dilakukan sebelum nantinya menimbulkan gejolak warga,” tandas pria yang tempo lalu sebagai koordinator 14 warga Brabowan yang menuntut agar Kali Bangi itu dinormalisasi oleh perusahaan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun (Kasun) Brabowan, Edi Suyanto, mengaku, sudah banyak warga Brabowan yang melapor agar Kali Bangi untuk segera dinormalisasi agar ketika hujan deras turun tidak meluap dan merusak tanaman petani. Namun hingga saat ini belum ada tindakan normalisasi dari MCL.
“Sekarang ini hujan lebat sekali. Jadi tidak menutup kemungkinan lahan pertanian yang ada disekitar Kali Bangi sudah penuh dengan air. Jadi, jika MCL tidak segera menormalisasi jangan salahkan warga kalau bergejolak lagi,” sambung Edi Suyanto menegaskan.
Hingga saat ini, pesan pendek yang dikirim suarabanyuurip.com kepada Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya terkait kejelasan kapan akan dilakukan normalisasi Kali Bangi tersebut belum ada jawaban.(sam)