SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Siswi kelas dua salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Tuban, Jawa Timur, menjadi korban nafsu bejat seorang duda yang pernah menikah selama dua kali, Kamis (5/12/2013).
Data yang dihimpun, pelaku pencabulan ini adalah Parji (33), warga Dusun Pencol, Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Di usianya yang masih muda, Parji  ternyata sudah dua kali mengalami kegagalan dalam berrumah tangga.
“Korban dan tersangka merupakan tetangga,†kata Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, kepada sejumlah wartawan.
Terlalu lama membujang, tampaknya, membuat tersangka tergiur melihat Bunga, tetangganya, yang baru berusia 13 tahun. Akhirnya dengan segala tipu daya tersangka pun mendekati korban. Mulai dari menebar rayuan maut sehingga membuat korban terpedaya. Hingga akhirnya kedua insan ini pun menjalin hubungan asmara.
“Keduanya sering SMS an, tersangka kemudian meminta korban datang kerumahnya yang selalu sepi,†ujar Wahyu Hidayat, menerangkan.
Awal pendekatan, tersangka kerap mengajak korban untuk melakukan hubungan terlarang. Beberapa kali ditolak, membuat tersangka tak patah arang. Pelaku kemudian membelikan satu handphone dan memberi uang tunai senilai Rp100 ribu yang digunakan korban untuk pergi ke salon.
“Setelah janji akan dinikahi, persetubuhan pertama terjadi pada 30 Juni 2013 lalu, dan terulang hingga beberapa kali,†kata Wahyu.
Kejadian ini baru terbongkar ketika orang tua korban mendapatkan informasi dari sejumlah tetangganya yang kerap melihat korban berada di rumah tersangka. Setelah mendesak putrinya, akhirnya korban menceritakan perihal hubungannya dengan tersangka dengan menangis.
“Tak terima dengan ulah tetangganya, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke UPPA Polres Tuban,†tandas Wahyu.
Saat ini, tersangka masih berada di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Petugas juga menyita handphone Nokia yang digunakan untuk merayu korban.(edp)