Gaji Telat Dibayar Pekerja Blok Cepu Sandera Mobil Proyek

sandera

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 40 tenaga kerja (Naker) CV Jaya Makmur (Jamu), subkontraktor PT Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek Engineering Procuremen and Construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu menuntut keterlambatan gaji.

Dalam aksinya  puluhan naker itu mendatang lokasi proyek kampung tunnel di Dukuh Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur dan menyandera dua mobil proyek milik CV Jamu, Kamis (5/12/2013).

Ngadi, salah satu pekerja CV Jamu mengungkapkan, penyanderaan dua mobil itu terpaksa dilakukan karena sampai saat ini gaji yang dijanjikan kontraktor tak diberikan.

“Janjinya mau digaji hari ini jam 13.00 WIB tadi, Pak. Tapi sampai saat ini belum diberikan,” kata Ngadi, Warga Desa Brabowan saat ditemui di lokasi Kampung Tunnel kepada suarabanyuurip.com.

Dia menjelaskan, ketelatan gaji dari CV Jamu kepada naker itu bervariasi. Ada yang dua minggu belum digaji, dan bahkan ada empat minggu. Hal itu sesuai dengan status mereka

“Ada yang kerja borong dan harian. Kalau rombongan saya sebanyak 15 orang kerjanya borongan, dan gajinya telat 2 minggu,” ujar Ngadi.

Baca Juga :   Persibo Terancam Bermain Diluar Kandang

“Karena belum gajian perehi dulu untuk kerja,” lanjut dia.

Para naker itu mengaku tidak akan melakukan tindakan anarkis dengan merusak dua mobil yang disandera. Karena tujuan mereka meminta gaji segera dibayarkan sesuai yang dijanjikan kontraktor.

“Intinya gaji segera dikasi saja, Pak. Setelah gajinya diberikan dua unit mobil tersebut juga dipersilahkan berjalan lagi,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, hubungan masyarakat (humas) CV Jamu, Bintoro melalui pesan pendek terkait dengan gaji nakernya tersebut akan diberikan kapan hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *