SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai musim pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Sebab pergantian musim ini biasanya diiringi dengan hujan deras disertai angin.
Kepala BPBD Bojonegoro, Amir Syahid, menyampaikan, bojonegoro berpotensi terjadi angin puting beliung, terlebih musim penghujan seperti saat ini. Terutama di wilayah pedesaan yang ada disekitar hutan selalu menjadi sasaran utamanya.
“Ada 44 desa yang berada di 16 Kecamatan rawan puting beliung,” tegas Amrir.
Mantan Camat Balen ini menjelaskan, 16 kecamatan yang dinyatakan rawan puting beliung diantaranya Kepohbaru, Ngraho, Sukosewu, Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Dander, Kanor, Temayang, Sumberejo, Purwosari, Malo, Balen, Kapas, Baureno, dan Sekar.
Kondisi desa yang dinyatakan rawan terkena bencana puting beliung selama ini merupakan daerah tandus dan dekat hutan yang berada di wilayah Bojonegoro bagian selatan. Karena angin dengan leluasa menerjang rumah-rumah warga.
Dari data di BPBD Bojonegoro, sejak awal musim hujan sudah ada 28 kejadian puting beliung di Bojonegoro. Musibah itu mengakibatkan 40 rumah rusak parah, 302 rumah rusak sedang, dan 103 rumah rusak ringan.(rien)