SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Organisasi Mahasiswa Kedaerahan (Ormada) dari Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro (FKMB) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UIN-SAS) menjadikan industri migas masuk dalam bagian kajiannya.
Ketua FKMB UIN-SAS, Syamsul, mengungkapkan, kajian tersebut merupakan bagian dari wacana yang harus dipaparkan kepada para kader FKMB.
“Diharapkan nantinya bisa lebih memahami tentang potensi Bojonegoro dalam konteks kedaerahan, apalagi migas menjadi isu yang santer,” kata dia disela kegiatan Masa Pelatihan Pengkaderan Anggota (Mapeta) di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Minggu (8/12/2013).
Dia menerangkan, adanya industrialisasi migas juga menjadi titik perhatian bagi mahasiswa asal Bojonegoro yang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kita tidak hanya ingin sekadar bangga Bojonegoro kota minyak, tapi juga bagaimana kita melihat dari sisi lain,” jelas mahasiswa asal Kecamatan Sugihwaras ini.
Selain itu, pada pelatihan tersebut juga dilakukan  diskusi mengenai persoalan sosial yang berbasis global dan kedaerahan.
“Kedepan kita juga akan kembali kedaerah, karena itu kita berupaya bisa memberikan kontribusi bagi Bojonegoro,” tambah dia.
Samsul menerangkan, pelatihan yang diikuti sekira 30 peserta berlangsung selama tiga hari dan dimulai sejak Jum’at (6/12/2013) kemarin.
“Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap tahun sekaligus pengkaderan bagi mahasiswa asal Bojonegoro,” tuturnya. (roz)