SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Tergerusnya lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk proyek pengembangan minyak Banyuurip, Blok Cepu berdampak pada pengusaha minuman siap saji dari bunga rosella di Kecamatan Kalitidu. Pengusaha lokal di sana terpaksa membeli bunga rosella dari luar daerah karena petani yang menjadi mitranya tidak ada lagi yang menanam bunga rosella.
“Untuk memenuhi pasar, sekarang ini saya membeli bahan baku dari Kabupaten Tulungagung,†kata Ketua Kelompok Pengusaha Kecil Setyowati Desa Kalitidu, Sri Wulan kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (9/12/2013).
Guru SMA Negeri Kalitidu itu mengungkapkan, sebelum adanya proyek migas Blok Cepu, KPK Setyowati memiliki mitra 10 kelompok tani pembudidaya bunga rosella di wilayah Gayam. Setiap kelompok yang beranggotan enam orang itu memiliki lahan seluas satu hektar dengan jumlah produksi setiap panennya mencapai 3 kwintal bunga rosella.
“Tapi sejak dua tahun lalu lahan mereka telah dibebaskan dan sekarang mereka tidak lagi bisa menanam bunga rosella,†tutur Wulan.
Dia mengaku, dengan berhentinya kelompok tani pembudidaya bunga rosella itu membuat dirinya kesulitan bahan baku. Selain itu, para kelompok tani juga kehilangan pendapatan. Sebab setiap kali panen setiap kelompok tani bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp 4 juta setelah dipotong 30 persen untuk biaya operasional.
“Sebenarnya eman, karena hasil tanam mereka sudah kita tamping. Berapun hasilnya pasti kita beli,†ujar Wulan, mengungkapkan.
Dia menyarankan, agar operator menyediakan lahan baru bagi kelompok tani di wilayah setempat agar mereka dapat kembali melakukan budidaya bunga rosella. Hal itu akan dapat menjadikan sumber pendapatan mereka secara berkelanjutan setelah lahan mereka dibebaskan untuk kepentingan proyek migas.
“Syukur-syukur kalau sekalian mau memberikan pelatihan dan mengembangkan usaha di sana,†pungkas wanita yang tinggal di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu itu.
Untuk diketahui, produksi  minuman siap saji bunga rosella ini memiliki prospek cerah karena banyak di minati pasar. Penjualan setiap bulannya mencapai 200 pack dengan pasar dalam dan luar Bojonegoro seperti Surabaya, Jakarta, Timika, dan kota besar lain di Indonesia.(suko)