SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan lebat yang mengguyur sekitar lokasi sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, membuat Kali Bangi di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meluap, Senin (9/12/2013). Akibatnya luapan air menerjang lahan persawahan warga yang baru ditanami padi.
Dari pantauan di lapangan, meluapnya Kali Bangi itu dikarenakan badan sungai tak mampu menampung air hujan dari saluran air yang ada di dalam proyek Banyuurip. Sebab saluran air yang di dalam lokasi proyek maupun sekitarnya bermuara ke Kali Bangi. Sedangkan saat ini kondisi Kali Bangi mengalami pendangkalan.
Bambang, salah satu warga Bonorejo, mengatakan, banjir kali bagi saat ini dipastikan bakal menghancurkan sekira 8 hektar lahan pertanian yang mulai digarap oleh warga.
“Tadi pagi saya baru tanam wineh (tandur) padi, Mas. Sekarang hancur terkena banjir Kali Bangi,” kata Bambang ditemui suarabanyuurip.com saat melihat sawahnya yang terendam banjir.
Bambang mengaku, lahannya terendam air dari Kali Bangi seluas 4000 Meter persegi. Dia menaksir, akibat kejadian ini kerugian yang diderita mencapai Rp1 juta.
“Jumlah itu untuk biaya bajak sawah, bibit dan penanaman,” imbuhnya.
Dia menerangungkapkan, kejadian ini sebeneranya dapat dihindari bila operator migas Blok Cepu bersama kontraktor engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip, PT. Tripatra Engineers & Constructors segera merealisasikan janjinya untuk menormalisasi Kali Bangi sesuai kesepakatan yang disepakati bersama warga.
“Kalau tidak segera diwujudkan tidak menutup kemungkinan warga akan bergejolak lagi, Mas,” jelasnya.
Warga Brabowan lainnya, Lamin, mengaku, akibat meluapnya Kali Bangi itu lahan miliknya seluas setengah hektar yang baru dibajak juga hancur. Padahal seminggu lagi lahannya itu akan mulai ditanami padi.
“Sebelum ada proyek banjirnya tidak seberapa, Pak. Tapi setelah ada proyek semakin besar banjirnya,†sambung Lamin. Dia mengaku, akibat peristiwa ini kerugian yang diderita mencapai Rp2 juta lebih.
Kepala urusan (Kaur) Pembangunan Desa Brabowan, Muji, mengaku jika hal ini terus terjadi maka warga yang lahannya hancur pasti akan berontak lagi kepada perusahaan.
“Normalisasi Kali Bangi yang sudah mendapatkan respon MCL sampai saat ini juga belum terwujud. Mereka Hanya janji-janji saja,” tegas Muji.
Hingga saat ini, pesan pendek yang dikirim suarabanyuurip.com kepada Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya terkait kejelasan kapan akan dilakukan normalisasi Kali Bangi tersebut belum ada jawaban.(sam)