SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Luberan air akibat hujan lebat yang mengguyur sekitar lokasi sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu  yang di operatori Mobil Cepu Ltd (MCL), tak hanya menerjang lahan persawahan warga yang baru ditanami padi. Namun akibat luapan Kali Bangi itu juga merendam jalan yang menuju Dusun Puduk (Sukorejo), Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (9/12/2013).
Warga Desa Bonorejo, Jumangin, mengatakan, akibat terendamnya jalan tersebut membuat pengguna jalan banyak yang kesulitan. Bahkan, sepeda motor yang melintas di jalan itu macet. Karena tinggi air mencapai sekira 50 centi meter.
“Airnya sempat melompati tembok penahan tanah (TPT), Mas. Sehingga, membuat kondisi jalan ada sebagian yang terendam,” kata Jumangin saat ditemui di jalan menuju Puduk, Senin (09/12/2013).
Warga Bonorejo lain, Jodi, menjelaskan, meski luberan air Kali Bangi saat ini sudah merendam lahan pertanian, namun kondisi itu dinilai belum begitu besar. Karena selain saluran air di kampung tunnel belum dibuka maksimal hujan juga masih belum terlalu lebat.
“Kalau nanti hujan sudah lebat seperti tahun lalu dan saluran air proyek kampung tunnel dibuka total pastinya lokasi proyek EPC -5 akan terendam juga,” sambung Jodi, mengungkapkan.
Dia memprediksi, tak hanya lokasi proyek engineering, procurement and constructions (EPC) -5 Banyuurip yang terendam, tapi juga lahan pertanian yang tak jauh dari lokasi poyek kampung tunnel.
“Semoga MCL segera mengantisipasinya agar kemungkinan gejolak warga Bonorejo yang nantinya muncul bisa dieleminir, Mas. Karena, lahan pertanian yang berada di sebelah akses road itu mayoritas milik warga Bonorejo,” imbuhnya.(sam)