Domba Cahaya Pertamina, Harapan Baru Warga Sekitar

domba-1

Pertamina EP Asset 4 tak main-main membantu warga sekitar. Budidaya domba pun menjadi harapan baru warga sekitar sumur minyak.

Domba Cahaya Pertamina, begitulah masyarakat menyebut nama kelompok mereka. Kelompok peternakan domba ini, beranggotakan ratusan masyarakat Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kelompok ini merupakan kelompok peternakan baru yang dibentuk masyarakat. Bergerak dibidang pembiakan dan peternakan domba lokal, hasil sumbangan dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu. Sebelumnya, Pertamina EP juga telah merampungkan pemberian pelatihan budidaya ternak kepada masyarakat setempat pada September 2013 lalu. Selama tiga hari masyarakat diberi beragam materi dan pengetahuan di bidang peternakan domba.

Datangnya domba untuk pembiakan ini tentunya membawa pengharapan baru kepada masyarakat. Selama ini profesi mereka sebagai petani, akan terasa lebih lengkap apabila disambi dengan berternak domba. Mereka pun berharap adanya pundi-pundi baru apabila peternakan ini berhasil.

“Domba datang sekitar satu bulan yang lalu,” kata Sunardi (29), salah satu petani, yang juga merupakan warga Desa Sidoharjo.

Sunardi mengatakan, kalau saat ini domba yang sudah diterimakan kepada warga sebanyak 81 ekor. Sementara untuk sisanya yaitu 29 ekor, akan diberikan lagi secara bertahap.

“Yang sudah datang 81 ekor, sisanya akan datang lagi secara bertahap,” jelas Sunardi.

Pengelolaan peternakan domba ini, akan dilakukan sendiri oleh masyarakat dusun setempat. Saat ini sebanyak 308 Kepala Keluarga (KK) di sana telah membentuk tujuh kelompok. Kelompok ini terbagi dalam masing-masing Rukun Tetangga (RT).

“Jadi semua warga kita bagi dalam tujuh kelompok di masing-masing RT,” kata Fathul Ulum, Ketua Pengurus Peternakan Domba Cahaya Pertamina, kepada Suara Banyuurip.

Gus Ulum, begitu masyarakat setempat menyapa pria ini, mengatakan, kalau domba yang diberikan kepada masyarakat saat ini sebanyak 110 ekor domba. Domba ini merupakan hasil kesepakatan antara warga dan perusahaan beberapa waktu lalu. Saat ini domba memang diberikan secara bertahap kepada warga Sidoharjo tersebut.

Teknis pengelolaan ternak domba tersebut semuanya dilakukan secara kelompok warga masyarakat sendiri. Domba dikumpulkan dalam satu kandang sesuai kelompok,kemudian dikelola bersama oleh anggota kelompok.

Baca Juga :   Pertamina EP Cepu Bareng 22 Lembaga Gelar Aksi Tanam 3.700 Pohon

Struktur kepengurusannya juga diisi oleh masyarakat sendiri. Diantaranya adalah Penanggung Jawab yang merupakan Kepala Desa dan Kepala Dusun setempat, Ketua Pengurus, Sekretaris, Bendahara, Beberapa bidang yang diperlukan, dan juga anggota yang merupakan warga Dusun Tapen.

“Ada penanggung jawab, ada struktur pengurus, dan ada anggota yang merupakan warga setempat,” tutur Ulum.

Jenis peternakan yang digeluti warga, sesuai saran dari Pertamina EP Asset 4, adalah peternakan pembiakan bibit domba lokal. Pertamina menyarankan itu setelah melihat kondisi dan kultur desa setempat, dirasa sangat cocok untuk pengembangan ternak jenis ini.

Selanjutnya, kelompok juga menunjuk tim pengelola untuk merawat domba-domba lokal ini. Sesuai dengan jadwal dan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Saat ini pengurus merencanakan beberapa hal mengenai keberlanjutan program peternakan yang mereka rintis. Salah satunya adalah mengenai pengembangan usaha pembiakan ini. Kalau pembiakan ini berhasil, mereka baru akan berpikir mengenai pangsa pasar yang akan mereka bidik.

“Kita (pengurus), masih fokus dulu pada pembiakan ini, ke depan kita baru akan berpikir mengenai pasarnya,” terang Ulum, yang juga dikenal dengan tokoh masyarakat ini.

Ditanya mengenai harapan ke depan dengan adanya peternakan ini, Ulum mengatakan,  pihaknya meminta perusahaan supaya banyak merealisasikan Coorporate Social Responsibility (CSR) untuk program-program pemberdayaan masyarakat desa. Utamanya desa yang berada di sekitar sumur eksploitasi, sesuai potensi masing-masing desa.

“Kita berharap selain pertanian, pengembangan perdagangan untuk ternak juga bisa dilakukan di desa ini selanjutnya,” kata Ulum.

Dia juga berharap pemuda yang ada di Sidoharjo bisa mendapatkan kesempatan. Untuk memberikan andil dan peran dalam mendukung pengelolaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) di desanya. Sehingga mereka tidak berkutat pada sektor pertanian saja.

Kepala Desa Sidoharjo, Suyanto, menyatakan, program ternak yang telah diberikan kepada warga tersebut bisa membawa manfaat positif. Termasuk sebagai penambahan pemasukan kepada warga sekitar. Selanjutnya, warga mampu mengelola peternakan dengan maksimal sehingga bisa berkembang semakin besar.

Baca Juga :   LSM Akademika Helat Seminar Manajemen Kesehatan Lingkungan

“Saya berharap ada manfaat kepada warga kami,” kata Suyanto, ditanya mengenai program peternakan domba lokal ini.

Kandang untuk peternakan itu sendiri, dibangun di atas tanah bengkok milik Kepala Desa. Dibangun secara mandiri oleh warga, mereka bergotong royong membangunnya untuk kelompok mereka sendiri.

“Warga yang bangun sendiri kandangnya,” kata Suyanto.

Dikonfirmasi secara terpisah Camat Senori, Eko Yulianto, menyatakan, pihaknya berharap program peternakan kambing yang diberikan oleh Pertamina EP Asset 4 kepada warga Desa Sidoharjo mampu memancing warga untuk melakukan usaha di sektor ini.
 
“Kita berharap untuk program peternakan ini mampu menumbuhkan kesadaran warga untuk berusaha, sehingga mampu meningkatkan pendapatan warga,” kata Eko Julianto.
 
Dia mengatakan, setelah kesadaran dan keinginan masyarakat itu timbul, maka pihaknya baru akan membantu dalam melakukan pangsa pasar. Salah satunya dengan mensinergikan dengan beberapa program pemerintah maupun menggandeng pihak lain.
 
“Yang penting kesadaran masyarakat untuk berusaha timbul, kita akan bantu dalam mencari pangsa pasar dengan menggandeng beberapa pihak,” tambah Eko.
 
Menurut Eko, pihaknya bekerjasama dengan Pertamia EP Asset 4 juga telah memberikan bantuan domba sebanyak 40 ekor ke Desa Kaligede, Senori. Dukungan ini diharapkan mampu mengentas kemiskinan di Desa Kaligede yang dijadikan Desa Model untuk percontohan pengentasan kemiskinan di wilayah Kecamatan Senori. Sedangkan

Kepala Bagian Humas dan Media, Pemkab Tuban, Sulistyadi, menyatakan, pihak Pemkan Tuban mengimbau, kepada semua perusahaan yang ada di Tuban melakukan program-program pengentasan kemiskinan. Program ini  harusnya sinergi dengan program dari Pemkab Tuban.

Selain itu, perusahaan juga dihimbau untuk memberikan perhatian lebih kepada potensi lokal yang ada di masing-masing desa. Supaya program itu bisa tepat mengena, dan sesuai dengan kemampuan masyarakat.

“Termasuk dengan adanya pemberdayaan berupa peternakan, kalau memang potensi lokal yang ada disana bagus,” kata Didit, sapaan akrab Sulistiyadi, melalui ponselnya beberapa waktu lalu. (edy purnomo/anik hanifah)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *