SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merasa tidak pernah membahas program Corporate Sosial Responbility (CSR) dengan Kontraktor Kontrak Kerjasama.
“Pekerjaan kita itu banyak sekali,tidak hanya pegang satu perusahaan saja tapi ratusan perusahaan di Indonesia,” tegas Kepala Humas SKK Migas,Elan Biantoro.
Dia menjelaskan, untuk anggaran dana yang dipergunakan K3S sebagai program CSR sudah disetujui semuanya. Bahkan jika memang ada revisi bukan alasan untuk tidak merealisasikan program CSR kepada masyarakat.
“Sedikit-sedikit SKK Migas, kayaknya kita ini dijadikan kambing hitam karena K3S tidak mau repot,” tandasnya.
Dia menyatakan, jika salah satu K3S di Bojonegoro seperti JOB P-PEJ, operator Lapangan Sukowati Blok Tuban belum juga merealisasikan program CSR di desa Ring 1, jangan menjadikan SKK Migas sebagai alasan.
“Kami sudah memperingatkan mereka agar tidak lagi memberikan uang tunai, tapi berbentuk program,” tuturnya.
Namun, pihaknya tidak menyangkal jika penurunan jumlah CSR di desa Ring 1 Blok Tuban karena buruknya administrasi desa. Sehingga perusahaan tidak mau gegabah mengeluarkan uang.
Terpisah, Field Administrasi Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, mengaku tidak akan memberikan program CSR dengan uang tunai. Tetapi berupa program ataupun berbentuk material untuk infrastruktur jalan.
“Kalau perbaikan jalan, kita hampir mengeluarkan Rp 1 M lebih Mbak, jangan salah,” tandasnya. (rien)