Sungai Bengawan Solo Siaga I

bengawan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Debit air sungai Bengawan Solo di sepanjang bantaran Bojonegoro berstatus siaga I meskipun trennya ada penurunan ketinggian air. Pada pukul 09.00 WIB di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) menunjukkan angka 13.00 peilschaal. Sementara di Karangnongko menunjukkan 25.82 peilschaal.

Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Bojonegoro, Suhadi, menyatakan, meskipun tren sudah mulai turun tapi pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat di sepanjang bantaran Bengawan untuk waspada karena curah hujan tidak bisa diduga.

“Adanya banjir kiriman dari barat Ngawi dan sekitarnya juga bisa sewaktu-waktu terjadi. Air kiriman bisa membuat debit air semakin meninggi,” jelasnya pada SuaraBanyuurip.com, Jumat (13/12/2013).

Sementara itu, permukaan sungai terpanjang di pulau Jawa di wilayah Bojonegoro terus naik dalam sepekan. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai selalu waspada terhadap banjir.

Dari pantauan di lapangan, kondisi sungai Bengawan Solo penuh. Air mengalir deras menyeret ranting kering, tumpukan sampah, dan pelepah pisang. Meski begitu, warga yang tinggal di seberang utara sungai tampak beraktivitas seperti biasa menyeberangi sungai dengan perahu kayu.
 
Warga Desa Kacangan, Kecamatan Malo, Antok (43), mengatakan, Bengawan Solo mulai terlihat meninggi sejak sepekan ini. Ia mengaku khawatir apabila kondisi sungai terus naik.

Baca Juga :   Kokok: Ada Hak Warga Belum Dipenuhi

“Kalau airnya naik dan alirannya deras, saya khawatir sekali kalau menyeberangi sungai naik perahu. Takut kalau terjadi apa-apa,” ungkap Antok.
 
Setiap hari dia kulakan bahan pokok di Pasar Baru, Kecamatan Padangan, dan juga Pasar Purwosari yang berada di sisi selatan sungai. Setiap hari menyeberangi sungai dua hingga tiga kali untuk kulakan dengan membawa motor dan juga barang dagangan. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *