SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski di tengah ramainya proyek ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu, namun tradisi turun-temurun peninggalan nenek moyang tetap dilestarikan warga setempat.
Paling tidak hal itu dilakukan Kades Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Sandoyo. Dia menggelar seni tradisional Tayub saat mengawali tandur (menanam bibit padi) di tanah bengkok yang dimilikinya, Jumat (13/12/2013).Â
Sambil mendengarkan racikan tabuhan gamelan dan lantunan gending dari para Waranggana (perempuan penari Tayub) yang merdu, ratusan warga Mojodelik baik laki- mapun perempuan tergabung menanam Wineh (bibit padi) di lahan bengkok Kades dari desa ring 1 sumur minyak Banyuurip tersebut.
Kades Sandoyo, mengatakan, apa yang dilakukan ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukannya dalam setiap tahunnya.
“Alhamdulillah dalam setiap awal tandur musim pertama selalu nanggap tayub di bengkok, Mas. Hal ini sabagai bentuk menguri-uri peninggalan nenek moyang agar tidak punah, dan tetap langgeng sepanjang zaman,” kata Sandoyo di seusai acara.
Seorang warga Mojodelik, Sugeng, mengaku, sejak jam 06.00 WIB pagi tadi warga tua, muda, anak-anak memadati bengkok untuk mengikuti acara tandur bareng. Lokasi lahan tersebut tak jauh dari proyek Engineering Procurement and Constructions (EPC)-1, dan EPC-5 tersebut.
“Seribu lebih warga Mojodelik yang ikut tandur bareng di bengkok Pak Lurah Mojodelik. Yang laki-laki menjejer wineh, dan yang perempuannya tandur. Gayeng banget, Mas sambil nonton tayub,” aku Sugeng sambil menenteng sepocong wineh padi.
Dia menambahkan, jika tradisi peninggalan nenek moyang ini tidak dilakukan diyakini bakal ada pagebluk yang menyerang tanaman.
“Ceritanya zaman dulu ada yang tidak melakukan tradisi ini semua tanaman yang dimiliki warga diserang hama tikus, wereng coklat, walang sangit dan lain-lain. Tetapi, semenjak pak Lurah Sandoyo menjabat Kades Mojodelik selalu dilakukan tradisi yang disakralkan ini, dan Alhamdulillah tidak muncul masalah apa-apa,” imbuhnya menerangkan.(sam)