Menjaga Budaya Jawa di Tengah Gemerlap Industri

wayang

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy/Ali Mustofa

Blora- Antusiasme masyarakat Blora, Jawa Tengah terhadap budaya leluhur cukup tinggi. Hal itu terlihat saat pagelaran wayang kulit dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Blora ke-264 digelar di Lapangan Tukbuntung, Kecamatan Cepu, Sabtu (14/12/2013) malam.

Sejak pukul 19.00 WIB masyarakat berbondong-bondong ke alun-alun untuk menyaksikan kesenian tradisional yang diselenggarakan operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) dan didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Pagelaran wayang semalam suntuk itu  menghadirkan dalang Ki Purbo Asmoro dengan lakon Lakon Bilowo Rangsang. Mereka terlihat jenak dan tak beranjak dari tempat duduknya.

“Terima kasih kami sampaikan ke pihak MCL atas dukungannya dalam perayaan hari jadi Blora,” kata Bupati Blora, Djoko Nugroho saat membuka pegalaran Wayang Kulit.

Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan, apresiasinya terhadap Pemkab setempat atas kesempatan yang diberikan kepada pihak MCL.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan diwilayah kerja MCL yang mencakup Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban,” tuturnya.

Pertunjukan wayang kulit tersebut juga dihadiri perwakilan otoritas pengawas kegiatan industri hulu Migas, SKK Migas Perwakilan Jabamanusa, Priandono Hernanto.

Dalam lakon yang dimainkan dalang asal kota Solo ini mengisahkan perjalanan Pandawa dalam mewujudkan darma ksatria di negeri Wirata. Yang mana bisa dipetik hikmahnya adalah niat tulus, keteguhan hati yang jujur dan pengabdian yang tinggi merupakan bekal utama Pandawa dalam mencapai cita-cita.(roz/ali)

Baca Juga :   Bupati Anna Dijadwalkan Berangkatkan Festival Perahu Hias

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *