SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak enam dari 12 desa di sekitar sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu yang masuk wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur wilayahnya terkena terjangan air luberan Sungai Bengawan Solo, Senin (16/12/2013).
Informasi yang diperoleh menyebutkan, enam desa sekitar lokasi ladang migas yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) itu adalah, Desa Manukan, Cengungklung, Sudu, Ngraho, Beged, dan Desa Katur. Sedangkan, dari wilayah enam desa itu total lahan pertanian yang hancur terendam sekira 115 hektar. Termasuk satu jembatan ambrol, dan 74 kepala keluarga (KK) terendam air dari sungai terpanjang di Jawa Tersebut.
Camat Gayam, Hartono, melalui Kasi Trantib, Rusmani, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Dari total 115 hektar (Ha) lahan pertanian milik warga yang terendam air masing-masing desa luasanya berfariasi.
“Rinciannya Desa Ngraho 32 Ha, Sudu 10 Ha, Cengungklung 7 Ha, Manukan 57 Ha, Beged 9 Ha, dan satu jembatan ambrol di Dusun Nopuro, Desa Katur, Mas,” kata Rusmani kepada suarabanyuurip.com.
Dia menjelaskan, selain meredam lahan pertanian, luapan air Bengawan Solo juga meredam 74 KK warga yang berada di dua Desa. Yakni, 58 KK di Desa Cengungklung, dan 16 KK di Desa Manukan.
“Terkait dengan kerugian yang diderita warga, saya belum bisa tentukan secara rinci jumlah nilai rupiahnya, Mas. Karena, masih menuggu dari dinas pertanian,” imbuhnya menerangkan.(sam)