SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan peralihan warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur menuju sawah hancur. Lokasi terparah di sebelah proyek kampung tunnel yang masuk wilayah proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu.
Dari pantauan Suarabanyuurip.com di sekitar lokasi menyebut, kerusakan jalan peralihan warga sepanjang 648 meter dengan lebar 3 meter, serta panjang pagar 278 meter dan tinggi 1,55 meter itu lebih disebabkan sering dilewati roda empat. Baik truk tanki air, elf pengangkut tenaga kerja. Bahkan, bus karyawan pun juga ikut melewatinya.
Jalan yang merupakan pengganti jalan warga menuju sawah setempat yang terkena proyek EPC-1 dan EPC-5 itu, belum diserahterimakan oleh operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), kepada Pemdes Bonorejo. Namun, karena sering dilalui kendaraan besar yang bukan peruntukannya, mengakibatkan jalan untuk warga ke sawah itu rusak.
“Driver-nya sudah sering saya ingatkan, dan bahkan juga sudah saya beri patok di tengah jalannya, Mas. Tapi mereka nekad saja melintasinya. Karena, kanan kiri jalan sudah banyak yang berlubang, dan becek. Tapi semua itu tidak dihiraukan,” ungkap Sutrisno, warga Puduk, Desa Bonorejo kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/12/2013).
Warga Puduk lain, Jodi, mengatakan, mayoritas yang melewati jalan peralihan menuju sawah warga itu adalah mobil proyek Banyuurip yang bermuatan alat berat. Akibatnya, membuat jalan yang belum diserahterimakan ke Pemdes Bonorejo rusak parah, dan mulai memicu kekesalan warga.
“Saya minta baik dari menejemen Tripatra, HK-Rekind maupun MCL untuk memberi teguran tegas kepada driver yang terkesan mengabaikan saran warga. Kalau tidak, dimungkinkan akses road akan diblokir warga. Karena, dalam perjanjian sebelum jalan peralihan itu jadi dan diserahkan desa akses road warga juga masih ikut memilikinya,” saran Judi. (sam)Â