SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kerusakan jalan peralihan warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menuju sawah yang diakibatkan oleh seringnya dilewati mobil proyek sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu bukan menjadi tanggungjawab pelaksana proyek.
Direktur Utama (Dirut) Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LSM LIMA 2B), Mugito Citrapati, melalui Team Leader LSM LIMA 2B, Choirul Huda, mengatakan, kerusakan jalan peralihan warga Bonorejo menuju sawah itu bukan menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan. Karena, semua pekerjaan sudah selesai 100 persen dan sudah sesuai spesifikasi yang ada di kontrak.
“Senin 14 Oktober 2013 sudah ada berita acara yang diketahui MCL, Tim Teknik MCL, Kades Bonorejo, Ketua Tim Pelaksana, dan Team Leader LIMA 2B. Adapun ada kerusakan pekerjaan, bukan menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan, Mas,” kata Team Leader LIMA 2B pendamping program jalan peralihan warga Bonorejo menuju sawah, Choirul Huda, saat ditemui suarabanyuurip.com di kantornya, Senin (16/12/2013).
Choirul Huda, menjelaskan, terkait dengan serah terima jalan peralihan warga Bonorejo menuju sawah itu direncanakan bakal dilaksanakan pada bulan Desember 2013 ini.
“Insyaallah besuk dalam hari Rabu/Kamis (18-19/12/2013) ini akan kita rencanakan acara peresmian jalan tersebut, dan kerusakan jalan peralihan warga itu kita serahkan kepada warga Bonorejo saja baiknya seperti apa. Karena, sudah bukan menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya menegaskan. (sam)