SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE), Kontraktor Kerja Sama Operasi (KSO) dari PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) yang akan mengelola sejumlah sumur yang berada di Dusun Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku telah melakukan sosialisasi kepada warga.
Hal ini diungkapkan salah satu perwakilan PT TGE, Agung, ketika menemui sejumlah warga yang melakukan penghentian pengeboran perawatan (Well Service) yang dilakukan kontraktornya, yaitu PT Usaha Sumur Tua (UTS) disalah satu sumur milik Pertamina yang dibor pada tahun 2003 lalu di dusun setempat.
“Kita sudah melakukan sosialisasi,” kata Agung, ketika menemui warga dilokasi setempat, Selasa (17/12/2013).
Agung mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi, baik itu dengan Pemerintah Kabupaten Tuban (Pemkab) Tuban, Kecamatan Bangilan, maupun Pemerintah Desa (Pemdes). Selain itu, dia juga menunjukkan bukti hadir sejumlah warga yang ikut dalam sosialisasi.
“Ini bapak-bapak, saya bawa bukti kehadiran warga yang ikut sosialisasi,” kata Agung, sambil menunjukkan satu berkas.
Warga yang melihat absensi tersebut, mengaku heran karena dari nama-nama yang ikut sosialisasi, tidak satupun tercantum nama mereka. Padahal selama ini, yang bersinggungan langsung dan memanfaatkan sumur tersebut, termasuk melakukan perawatan dan penjagaan adalah mereka.
“Tidak ada nama kami, padahal sumur ini sejak tahun 2007 kami yang merawat dan menjaga dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” timpal Dirin, salah satu perwakilan penambang tersebut.
Untuk itu, mereka berharap PT TGE kembali melakukan sosialisasi. Terlebih kepada penambang tradisional yang selama ini bergantung dari keberadaan sumur itu.
“Kami rela siapapun yang mengelola, tapi kami juga ingin dilibatkan dalam pekerjaan tersebut,” tambah warga lain.(edp)