SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejak tiga hari terakhir akses jalan menuju sejumlah desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terputus akibat terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Warga disana memanfaatkan perahu kayu untuk ke luar dari wilayah desanya, Rabu (17/12/2013).
Sedangkan desa sekitar Daerah ALiran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang kini terisolir oleh banjir tersebut diantaranya, Desa Kanorejo, Tambakrejo, Ngadirejo, dan Desa Karangtinoto semuanya berada di Kecamatan Rengel. Untuk menuju kota kecamatan warga yang desanya sudah terisolir tersebut menggunakan perahu dengan sandaran terakhir di Desa Sawahan, Rengel.Â
“Setelah dari sini, saya harus naik perahu untuk pulang,” kata Sukanti (39), warga Desa Karangtinoto, ketika ditemui di Jalan Desa Sawahan.
Sukanti mengaku, dia selesai berbelanja di pasar Rengel. Selanjutnya sepeda motor yang dia gunakan dititipkan disalah satu rumah warga yang ada di Rengel.
“Kalau nekat menerobos kesana nggak bisa, jadi suami menitipkan (motor) di desa ini,” tambah Sukanti.
Untuk menaiki perahu ini supaya bisa kembali ke desa, warga membayar dengan sukarela. Rata-rata mereka membayar uang sebesar Rp2 ribu untuk iuran membeli bahan bakar.
“Itung-itung iuran membeli bahan bakar, Mas,” kata Sanggah (49) seorang warga ketika mengoperasikan perahunya.
Diketahui, banjir akibat luapan sungai bengawan solo di Tuban mulai meluas. Setelah melanda sejumlah desa di Kecamatan Rengel, sekarang juga melanda sejumlah desa yang ada di Kecamatan Soko, Kecamatan Plumpang, dan Kecamatan Widang. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban masih melakukan inventarisir jumlah kerugian akibat rendaman banjir ini.(edp)