Gerebek Pabrik Arak di Pusat Kota

pabrik arak

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. Mungkin itulah yang ada dibenak Priyono (54), warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ditengah gencarnya Pemkab Tuban melakukan pemberangusan produsen arak, Priyono  nekat membuat pabrik arak dibelakang rumahnya.

Tapi naas, baru 1,5 bulan dia menjalankan usahanya, petugas dari Polsek Kota melakukan penggerebekan dan penyitaan semua perlengkapan produksi arak, Kamis (19/12/2013).

“Baru tiga bulan, Mas,” terang Priyono, pemilik pabrik arak kepada SuaraBanyuurip.com.

Priyono mengatakan, dia mendapatkan sejumlah peralatan untuk produksi arak dari mantan pengusaha arak yang ada di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding. Sementara untuk mengerjakan, dia mengaku dibantu oleh adiknya yang saat itu tidak ada dilokasi penggerebekan.

Dalam sehari, Priyono mengaku dapat memproduksi arak sebanyak 120 liter dan dijual ke luar Tuban, dengan omset sekitar 1,5 juta dalam sehari.

“Teman mas yang jadi perantara ketika saya membeli alat-alat itu,” kata Priyono sambil menunjuk sejumlah peralatan.

Baca Juga :   Enam Korban Sudah Ditemukan

Kapolsek Kota, AKP Basir, membenarkan kalau pabrik arak tersebut baru 1,5 bulan berjalan. Pihaknya langsung melakukan tindakan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya pabrik arak ditengah-tengah kota.

“Selain itu sesuai dengan instruksi Kapolri untuk melakukan razia Miras jelang Natal dan tahun baru,” jelas Basir.

Saat ini, semua perlengkapan arak yang meliputi tempat penyulingan, pembakaran, drum, bahan baku arak seperti gula merah dan tape, serta ratusan liter arak yang sudah dikemas dalam botol di amankan petugas. Sementara untuk pemilik, saat ini masih diperiksa petugas. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *