CSR di Tuban Belum Optimal

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Alokasi dan realisasi dana Coorporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hingga saat ini dirasa masih kurang maksimal. Padahal total jumlah CSR yang ada sekarang, nilainya hampir sama dengan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban sekira Rp170 milyar dalam setahun.

Tidak optimalnya realisasi dana CSR ini, akibat banyaknya program milik perusahaan tumpang tindih dengan program milik Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tuban. Bahkan antar sesama perusahaan. Selain itu, banyak program yang dilakukan tidak sepenuh hati karena hanya mengejar insidentil dan juga ceremonial belaka.

“Saat ini penyaluran dana CSR masih tumpang tindih dengan program milik pemerintah daerah,” terang Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, saat melakukan evaluasi program CSR selama tahun 2013 di ruang pertemuan Pemkab Tuban, Jum’at (20/12/2013).

Selain itu, Noor Nahar Hussein juga menyebut kalau penyaluran program hanya dilakukan di sekitar ring 1, yakni sekitar perusahaan saja. Kondisi ini bisa menjadi pemicu tertinggalnya pembangunan sejumlah daerah yang bukan ring 1, seperti Kecamatan Semanding dan Kecamatan Widang karena tidak adanya perusahaan yang berdiri di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Minta Mekanisme Penyaluran CSR Migas Tak Dipersulit

Untuk itu Pemkab meminta supaya perusahaan melakukan koordinasi sebelum atau telah melaksanakan realisasi CSR. Supaya beberapa daerah yang tidak mendapat jatah CSR bisa dibantu dengan APBD Kabupaten Tuban.

“Seharusnya perusahaan melaporkan setiap melakukan program CSR, supaya wilayah yang tidak menerima bisa dibantu dengan APBD,” tegas pria yang juga menjabat sebagai ketua forum CSR ini.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *