SuaraBanyuurip.com -Â Jarwati
Bojonegoro – Invoice atau tagihan pengurugan proyek flare gas di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dari kontraktor lokal PT Unggul Setia Persada (USP) kepada PT Inter Media Energi masih belum dibayar hingga ratusan juta.
Direktur PT USP, Yuda Alihamzyah, mengungkapkan, invoice yang belum dibayar IME kepada USP masih lebih dari Rp500.000.000. Karena itu pihaknya berharap agar mitra yang di gandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) itu segera melusani pembayaran tagihan.
“Kami berharap secepatnya dibayar, kalau bisa sudah lunas minggu depan,” tegas Yuda.
Sebab dengan keterlambatan pembayaran invoice tersebut membuat USP merugi.
“Padahal kami sudah meyelesaikan pekerjaan penggurugan sesuai skedul, kami berharap IME bisa segera membayar hak kami,” tutur Yuda
Yuda mengaku, selalu membangun komunikasi secara intent dengan IME. Sebab USP juga berharap dilibatkan dalam kelanjutan pengerjaan proyek flare gas.
“Karena sejak awal kami sudah mengikuti proyek ini, dan telah berkorban kerugian dengan terlambatnya invoice dibayar, makanya kedepan kami ingin kerja sama yang bagus dan baik,” tegasnya. (ati)