SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Jakarta- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan belum ada kesepakatan soal penjualan Gas Cepu dari Lapangan Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru yang di operatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro, mengungkapkan, saat ini rencana jual beli gas (PJBG) dari Unitisasi Jambaran – Tiung Biru masih disusun ulang. Meskipun pada awalnya gas itu akan dipasok untuk kebutuhan Petrokimia Gresik (PKG), tetapi karena beberapa alasan harus dibicarakan ulang.
“Jadi waktu itu alokasinya ke PKG, tapi mereka keberatan karena jauh dan mahal. Akhirnya ada pandangan ke Huski,” tegas Elan.
Karena alasan itulah akhirnya Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru dipindah alokasinya ke Huski. Namun hal itu masih sebatas alokasi belum ke PJBG. Jika bisnis to bisnisnya cocok maka akan berlanjut.
“Tapi yang jelas Unitisasi Tiung Biru-Jambaran untuk Pupuk Kujang,” tandasnya.
Sementara itu, menurut Direktur Utama Pertagas Niaga, Jugi Prajugio, pihaknya sudah melakukan penandatanganan head of agreement (HoA) dengan PEPC mengenaii kepastian penjualan gas.
“Sebaiknya, PEPC memberi pasokan gas itu ke kami,,” katanya. (rien)