SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro-Â Tebing Sungai Bengawan Solo di Dusun Baru, Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ambrol sepanjang 500 meter dengan kedalaman 5-7 meter. Tebing yang ambrol itu hanya berjarak 2-3 meter dari rumah warga.
Di sekitar tebing itu sedikitnya ada 50 kepala keluarga (KK) dengan 120 jiwa lebih warga. Warga khawatir jika terjadi banjir lagi tebing sungai yang ambrol akan melebar dan ikut menyeret rumah warga.
Rumah warga yang paling dekat dengan tebing yang ambrol yakni milik Abu, Bibit, Lamini, Sadi, Lilik, Yanti, dan Kusyanto. Rumah Abu misalnya, halaman rumahnya telah retak dan nyaris ikut ambrol masuk ke sungai. Meski begitu, Abu dan puluhan warga lainnya tetap bertahan di lokasi karena tidak punya tempat tinggal lain.
Sedangkan, rumah Ngaenah dan Kami yang juga berada di Dusun Baru, Desa Banjarjo, sudah lebih dulu terkena tebing yang ambrol. Sisa bangunan rumah itu masuk ke sungai. Sementara, Ngaenah dan Kami sudah pindah ke lokasi lain di Desa Banjarjo.
Menurut Lilik, warga Dusun Baru, tebing Bengawan Solo itu ambrol lagi setelah diterjang banjir terakhir beberapa hari kemarin.
“Kami khawatir tebing yang ambrol itu semakin melebar dan mengenai rumah warga,†ujarnya.
Dirinya menuturkan, sebelumnya jarak rumah warga dengan tebing Bengawan Solo sekitar 10 meter. Tetapi, tebing sungai terus ambrol dan mendekati rumah warga. Tebing yang ambrol itu persis di daerah kelokan aliran air Bengawan Solo.
Kusyanto, 45, warga lainnya menuturkan, warga sebetulnya ingin pindah ke lokasi yang lebih aman. Tetapi, tidak mempunyai biaya untuk membangun rumah baru.
“Kalau membangun rumah baru biayanya mencapai puluhan juta,†ujarnya.
Sebelumnya, warga yang telah pindah dari dekat tepian Bengawan Solo ke lokasi baru hanya dibantu oleh Pemkab Bojonegoro sebesar Rp3 juta. Sementara, pihak Desa Banjarjo memberi bantuan Rp1 juta.
Dari data BPBD,sampai kini tercatat ada 96 desa di 15 kecamatan yang terendam banjir. Warga yang mengungsi masih tercatat 1.675 jiwa dengan jumlah rumah tergenang mencapai 8.418 KK. Luas tanaman padi yang terendam mencapai 4.965 hektar, palawija seluas 575 hektar, pekarangan 379 hektare. Untuk hewan ternak yang terdampak bertambah menjadi 1.013 ekor dan sapi 1.151 ekor.
Untuk infrastruktur yang terendam di antaranya gedung sekolah TK sebanyak 15 unit, SD 29 unit, SMP 3 unit, masjid 14 unit, musala 90 unit. Sedangkan untuk jalan desa yang terendam mencapai 151.722 meter, jalan kabupaten sepanjang 4.670 meter dan jembatan sebanyak 18 unit.
“Kerugian sementara akibat banjir ditaksir mencapai Rp8.966.950.000,” terang kepala BPBD Amir Syahid.(rien)