SuaraBanyuurip.com – Jarwati
Bojonegoro – Â Sebanyak sepuluh pemuda Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan penanaman pohon di jalan rusak di wilayah desa setempat, Minggu (22/12/2013). Aksi ini sebagai bentuk kekesalan mereka karena hingga saat ini jalan sepanjang 200 meter yang rusak parah diindikasi akibat adanya mobilisasi penggurugan tanah untuk proyek flare gas di Dusun Plosolanang tak kunjung diperbaiki.
Salah satu pemuda Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Septi Fourozy saat diwawancara Suarabanyuurip.com menjelaskan, aksi itu dilakukan agar jalan segera diperbaiki oleh pihak-pihak terkait. Sebab kerusakan jalan telah menyebabkan terjadinya banyak kecelakaan.
“Setiap satu bulan terjadi minimal dua kali kecelakaan. Banyangkan kalau terus-terusan, kami masyarakat sekitar ya merasa dirugikan,” ungkap Septi
Dia mengungkapkan, kondisi kerusakan jalan semakin hari semakin parah. Sehingga setelah ditanami dengan berbagai jenis tanaman oleh para pemuda, diharapkan jalan segera dibangun dan ditinggikan.
“Kami menanami dengan pohon pisang sepuluh batang, keres, juar, dan lain-lain. Paska ini semoga jalan diperbaiki dan ditinggikan, baik oleh BBS, atau JOB P-PEJ,” tuturnya
Septi menambahkan, kerusakan jalan poros desa itu mulai terjadi saat adanya pengurugan tanah untuk proyek flare gas milik PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro .
Sementara saat dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui telepon, Dirut Utama PT. BBS, Deddy Afidick belum memberikan tanggapan. Beberapa kali telepon genggamnya di hubungi terdengar nada sambung, tetapi tidak diangkat.(ati)