Gas PDAM Bocor, Gegerkan Warga Ringginrejo

SuaraBanyuurip.comJarwati

Bojonegoro –  Warga RT 10, Rw 05 Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur digemparkan bau  menyengat yang sudah berlangsung hampir tiga hari. Bau tersebut diketahui berasal dari bangunan milik pemerintah desa yang dikelola  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro.

Setelah ditelusuri, bau tersebut berasal dari tabung yang berisi gas flore yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh bakteri yang terdapat di dalam air. Air tersebut nantinya akan disuplai untuk kebutuhan di Hotel Bonero yang terletak di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu.

Karena tak tahan dengan bau itu, warga kemudian melaporkan ke pemerintah desa setempat dan ditindaklanjuti ke PDAM sebagai penanggung jawab. 

Salah satu warga, Supri (50), mengatakan, bau tidak sedap tersebut sudah tercium oleh warga pada Sabtu (21/12/2013) lalu. Tetapi warga sekitar belum mengetahui dari mana asalnya. Warga baru mengetahui setelah adanya asap yang muncul dari bangunan yang digunakan untuk mengelola sumur air milik PDAM. Disinyalir pencemaran lingkungan itu juga mengakibatkan tanaman di sekitar bangunan mongering.

Baca Juga :   Jalan Blok Cepu Ditanami Pohon Pisang

“Bau sudah tercium tiga hari yang lalu, asalnya baru kami ketahu tadi pagi,” kata Supri kepada SuaraBanyuurip, Senin (23/12/2013).

Senada diungkapkan Sekretaris Desa (Sekdes) Ringinrejo, Suprapto. Dia menyatakan, kalau bau itu muncul dari bangunan di dekat sumur yang dikelola oleh pihak PDAM untuk kebutuhan air di Hotel Bonero. Kedalaman sumur tersebut mencapai lima puluh meter.

“Sebenarnya bangunan tersebut milik desa kami yang dikelola oleh PDAM. Kami juga sudah mengirimkan surat kepada pihak PDAM kalau warga kami ingin mengelolanya sendiri. Tapi kami tidak menyangka kalau akan ada kejadian seperti ini,” tutunya.

Sementara itu, Humas PDAM, Joko Siswanto, menyampaikan, sebenarnya gas yang berbau tersebut berupa asap yang berasal dari tabung gas flore yang digunakan PDAM untuk membersihkan air sumur. Joko menegaskan, jika bau gas flore dihirup oleh manusia akan membahayakan nyawa. 

“Kami akan langsung tindak lanjuti. Sebab baru dapat laporan tadi, dan dari bulan Juli 2013 kemarin kami tidak dapat mengecek kondisi didalam  bangunan ini. Karena dikunci oleh warga yang meminta sumur dikelola mereka lagi,” ungkap Joko.

Baca Juga :   Penambangan Pasir Mekanik Masih Marak

Dari pantauan di lapangan, PDAM langsung mengambil tabung yang bocor di dalam bangunan tersebut. Tabung yang berjumlah satu itu ditarik  dengan menggunakan tampar, kemudian ditengelamkan ke dalam air yang ada di sungai kecil depan bangunan. Sementara itu ruangan yang berbau gas disemprot air oleh PDAM. (ati)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *