SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur meminta kepada operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) segera menata drainase (saluran air) yang ada disekitar proyek secara maksimal. Sehingga, dapat meminimalisir luberan air ke sawah warga saat hujan turun.
“Yang saya sampaikan ini juga dari laporan warga saya yang mengeluhkan seringnya lahan pertaniannya diterjang air hujan, disinyalir akibat kurang maksimalnya drainase proyek. Akibatnya, lahan pertanian yang dimiliki mereka rusak,” ungkap Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Siti Rokhayah, dalam sambutannya saat menghadiri peresmian jalan warga Dusun Puduk (Sukorejo) menuju sawah, Selasa (24/12/2013).
Siti Rokhayah menjelaskan, memaksimalkan drainase itu perlu dilakukan oleh MCL. Mengingat  hujan sudah sering mengguyur lokasi migas Banyuurip, Blok Cepu, dan warga juga saatnya memulai mengolah lahan pertaniannya untuk ditanami padi yang telah disiapkan.
“Drainasenya harus betul-betul dimaksimalkan. Tentunya dalam mengalirkan air yang dibuang juga ditempatkan di titik yang bener-bener pada tempatnya. Artinya, tidak akan merusak lahan pertanian yang ada di sekitar lokasi proyek,” jelasnya.
Menanggapi hal itu perwakilan dari MCL, Ikhwan Arifin, mengaku, akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Bojonegoro terkait dengan drainase tersebut.
“Sebenarnya, MCL hanya mengatur saluran air di dalam proyek saja. Kendati, apa yang disampaikan Bu Kades Bonorejo ini juga sebagai masukan kepada kami untuk mengambil jalan terbaik buat kita semua,” sambung Ikhwan Arifin. (sam)