SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – PT. Kantor Pos Blora, Jawa Tengah mengembalikan dana bantuan langsung masyarakat (BLSM) senilai Rp46,2 juta ke pemerintah pusat. Pengembalian itu dilakukan karena rumah tangga sasaran (RTS) tak mengambil dana bantuan sebagai kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sampai batas waktu yang sudah ditentukan.
â€Dana itu sudah kami setorkan kembali ke pusat. Karena hingga batas akhir pengambilan, pihak yang bersangkutan tidak juga mengambilnya,†kata Kepala Kantor Pos Blora, Purwo Sudarmanto kepada SuaraBanyuurip, Senin (23/12/2013).
Darmanto mengungkapkan, dari sebanyak 72.463 RTS pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) atau warga yang berhak menerima BLSM, tercatat 154 orang yang tidak mengambil dana bantuan senilai Rp 300 ribu tersebut.
Dia mengaku, belum mengetahui secara persis alasan RTS tidak mengambil dana BLSM.
â€Mungkin penerima BLSM  berada di peratauan atau penerima BLSM salah sasaran, sehingga pemegang KPS tidak berani mengambil,†ujarnya.
Darmanto menyampaikan, RTS yang tidak mengambil dana BLSM tersebut tersebar di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Blora sebanyak 41 RTS, Kecamatan Tunjungan 9 RTS, Kecamatan Banjarejo dan Kradenan masing-masing 14 orang, serta Kecamatan Randublatung empat orang.
“Itu dari  pengambilan BLSM tahap pertama ada  82 warga yang tidak mengambil BLSM,” sebutnya.
Sedangkan pada pengambilan BLSM tahap kedua, jumlah penerima yang tidak mengambil BLSM berkurang menjadi 72 orang. Meskipun tidak diambil, jumlah penerima BLSM di Blora tidak berubah atau masih tetap. (ali)