Belum Setahun Jalan Menuju Pad B Sukowati Rusak

SuaraBanyuurip.comJarwati

Bojonegoro – Belum genap satu tahun dibangun, jalan poros Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur yang berada di depan Lapangan Migas Sukowati PAD B menuju ke utara mulai mengalami kerusakan. Jalan itu dibangun Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ)  berdasarkan kesepakatan Memorandum of Understending (MoU) tahun 2013 dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel dalam rangka pengembangan PAD B.

Dari pantauan Suarabanyuurip.com di lapangan, jalan sepanjang sekira 300 meter itu terlihat lubang-lubang pada badan jalan. Selain itu juga ada keretakan dibeberapa bagian badan jalan yang diberi tanda garis putih.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ngampel, Hantoyono, mengatakan, bahwa jalan tersebut baru dibangun pada pertengahan tahun 2013 ini. Tetapi sudah mulai mengalami kerusakan. Diduga kerusakan itu disebabkan karena aspal yang digunakan untuk membangun kurang tebal, sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan besar milik JOB P-PEJ yang lalu lalang di jalan tersebut.

“Sudah mulai rusak, sebab dimuati kendaraan-kendaraan besar seperti treiler yang keluar masuk proyek migas. Padahal kemampuan jalan untuk ban doubel,” kata dia

Baca Juga :   Jalan Penghubung Dusun Kaliaren-Boti Diresmikan

Dia menanbahkan, kalau masyarakat disekitar tidak berani melakukan komplain. Karena yang membangun jalan adalah JOB P-PEJ sendiri.

“Tetapi biasanya kalau diberi tanda akan diperbaiki,” sergah Hantoyono.

Saat ditanya mengenai CV atau perusahaan yang memenangkan tender pengerjaan pembangunan jalan itu, dia mengaku, kurang tahu.

“CV nya kurang tahu sebab yang melakukan tender langsung JOB P-PEJ,” tutur Hantoyono

Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Hananto Aji mengatakan, akan mengecek dulu kondisi kerusakan jalan. Hal itu untuk memastikan apakah kerusakan jalan parah atau tidak. Dengan begitu JOB P-PEJ bisa menentukan apakah jalan tersebut membahayakan pengguna jalan atau tidak.

“Kami akan lihat dulu seberapa parah, dari situ kami baru bisa memutuskan apakah perlu segera diperbaiki atau tidak,” tegasnya. (ati)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *