Disperindag Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman

LPG

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjamin tidak ada kelangkaan LPG 3 kilogram (Kg) setelah adanya kenaikan harga.

Kepala Disperindag, Basuki, mengatakan, kenaikan harga eceran tertinggi (HET) LPG ditetapkan oleh naiknya biaya angkut atau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sehingga berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomer 64 Tahun 2013, HET LPG telah disesuaikan. Untuk HET LPG ukuran 3 Kg dari Pertamina seharga Rp 11.550 keuntungan agen LPG Rp1150. Sementara harga di pangkalan Rp12.700 sampai di konsumen Rp14.000

“Naik rata-rata Rp 800 sampai Rp 1300,” kata Basuki kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/12/2013).

Dia menyatakan, harga LPG jika sampai di tangan konsumen bisa mencapai lebih dari HET karena sudah melalui beberapa tangan. Namun begitu, pihaknya tetap memantau harga di tingkat agen dan pangkalan.

“Kalau untuk pengecer kami belum ada data lengkapnya, ada ratusan lebih di Bojonegoro,”sergahnya.

Sementara itu, meskipun  HET gas LPG ukuran 3 Kg dari pangkalan kepada konsumen telah diatur Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan besaran Rp14.000 para pengecer menjual lebih dari itu.

Baca Juga :   Pemkab Blora Mulai Sosialisasikan Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko

“Di toko saya  satu tabung LPG 3 Kg harganya Rp 16.000,” kata Ningrum, pemilik toko Jaya Mulya Jalan Rajekwesi Bojonegoro ini.

Dia menyatakan, harga yang diberikan sudah sesuai dengan biaya operasional. Meskipun awalnya seharga Rp 13.500, namun karena dari Pertamina dinaikkan pihaknya pun menyesuaikan harga.

“Tidak ada kelangkaan barang dan penjualan masih seperti biasanya,” tegas Ningrum.

Terpisah, Hamimah (40), penjual bermacam-macam gorengan yang biasa mangkal di Jalan Panglima Sudirman mengaku, keberatan dengan kenaikan harga LPG tersebut. Terlebih, harga minyak goreng yang ikut naik menjelang akhir tahun.

“Semuanya naik, ya saya akali saja Mbak dengan memperkecil ukuran gorengan tempe, ote-ote sama lainnya. Harganya tetap sama perbiji Rp 500, kalau tidak gitu rugi saya,” pungkas ibu tiga anak ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *