SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sekitar 4.000 warga dari 16 desa yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendatangi kantor Pemkab Tuban untuk menuntut janji pemerintah dalam melakukan penanganan bencana banjir di wilayah desa mereka, Selasa (31/12/2013).
Ribuan pendemo tersebut merupakan korban banjir dari wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, dari wilayah Kecamatan Rengel dan Kecamatan Soko.
“Satu desa ada 300 warga yang datang kesini. Jumlah yang ikut ada 16 desa,” terang Yoto, salah satu pendemo asal Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel saat ditemui di kantor Pemkab Tuban.
Aksi warga dilakukan dengan mengendarai kendaraan berbagai jenis dan berhenti tepat di halaman Pemkab Tuban. Mereka melengkapi diri dengan puluhan poster berisi tuntutan terhadap bupati. Diusung pula padi yang membusuk karena terendam banjir.
“Ini pak lihat, padi kami membusuk dan tidak bisa dipanen. Kita mau makan apa?”terang Sapar (40), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, sambil membawa padi yang sudah membusuk.
Mereka meminta, Pemkab melakukan penanganan banjir dengan serius. Salah satunya adalah dengan melakukan penanggulan di bantaran Bengawan Solo bagaimanapun caranya.
“Kami tidak butuh mie instant, tapi kami butuh tanggul. Karena banjir ini sebenarnya bisa ditangani,” teriak salah satu perangkat desa dalam orasinya.
Mereka menuntut adanya pembangunan tanggul dan penanganan banjir karena Bupati Tuban, Fathul Huda, dan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, pernah menjanjikan ini dalam Pemilukada Tuban tahun 2011 lalu. (edp)