SuaraBanyuurip.com – Jarwati
Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan melakukan penelitian untuk mencari tanaman padi yang tahan terhadap genangan air. Hal itu untuk mengatasi bencana banjir yang sering terjadi yang menyebabkan tanaman padi rusak, dan gagal panen seperti yang terjadi di beberapa waktu lalu.
Kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Djupari, mengatakan, rencananya dalam penelitian tersebut Disperta akan melakukan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menemukan varites tanaman yang tahan banjir. Sehingga petani tidak perlu menanggung kerugian gagal panen ketika banjir menggenangi sawahnya.
“Kami akan mencari solusi untuk mengatasi gagal panen yang sering disebabkan oleh banjir, yaitu melakukan kerjasama dengan IPB, guna mencari kwalitas tanaman padi yang bagus, dan tahan air,” ungkap Djupari
Tetapi jika dalam penelitian itu tidak ditemukan jenis tanaman padi yang tahan genangan air, nantinya Disperta dengan IPB akan mencari jenis tanaman lain yang tidak terpengaruh saat terendam air utamanya bagi petani di sepanjang daerah aliran sungai  (DAS) Solo.
 “Kalau tidak ada jenis padi, ya nanti akan kami anjurkan agar petani menanam tanaman yang tahan banjir, misalnya bunga rosella,” pungkasnya
Sementara saat ditanya mengenai jumlah tanaman padi di Kabupaten Bojonegoro yang gagal panen karena bajir kemarin, Djupari menjelaskan, ada sekira lima ribu hektar. Karena itu berbagai upaya akan dilakukan oleh Disperta untuk membantu meringkan beban petani.
“Kami juga melaporkan dan mengusulkan hal ini ke Pemerintah Daerah (Pemkab) Bojonegoro, dan Pusat untuk ganti rugi kegagalan panen. Tapi pastinya dapat atau tidak kami kurang tahu, yang terpenting sudah kami usulkan,” kata dia
Sedangkan Bupati Bojonegoro, Suyoto menjelaskan, bahwa Pemkab akan segera mengurus ganti rugi untuk petani yang terkena bencana banjir.
 Akan kami urus agar petani bisa segera tanam kembali,”tegasnya. (ati) Â