Telkom Beri Komputer Petani

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT.Telekomunikasi Indonesia,Tbk (Telkom), concern dalam menyediakan teknologi informasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa. Telkom sangat paham akan potensi daerah yang sangat beragam, dan menyediakan solusi teknologi dan informatika (TI) secara customized termasuk untuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Kota ini sangat potensial di sisi pangan, mulai pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. Dan itu memudahkan Telkom dalam mensupport teknologi informasi yang cocok dikembangkan untuk tipikal Bojonegoro,” kata Public Relations Telkom Jawa Timur, Ivone Andayani melalui siaran persnya yang dikirim kepada SuaraBanyuurip, Sabtu (4/1/2014).

Menurut Ivone, tantangan terbesar yang harus diselesaikan di awal adalah proses edukasi langsung ke end user. Karena itu, Telkom akan memberikan 4 unit Broadband Learning Center (BLC) sebagai sarana untuk melakukan pembelajaran dan sosialisasi pentingnya IT untuk para petani, petani ikan, tenaga-tenaga perkebunan dan peternakan.

“Disinilah nanti mereka bisa download dan memperoleh informasi serta menggunakannya untuk mencari konten-konten terkait pangan, sampai pada pemasaran online,” papar wanita bertubuh bongsor ini.

Baca Juga :   Komunitas Rajut Blok Cepu Gelar Kopdar di Wisata Puthuk Kreweng

Ivone menambahkan, dengan memasarkan secara online, nantinya hasil olahan produksi mereka bisa go global. Rencananya, BLC-BLC ini akan diberikan secara simbolis pada acara Panen Raya Bawang Merah di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Senin (6/1/2014) mendatang. Bantuan tersebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Karena ingin langsung dinikmati oleh end user, Telkom menempatkan BLC ini di tengah sentra industri pangan Bojonegoro. Salah satunya di Rumah Inovasi Institute Pertanian Bogor (IPB) di wilayah Kecamatan Padangan.

Sedangkan empat tempat lainnya adalah Balai Kecamatan Kedungadem, sentra bawang merah, Balai Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, sentra belimbing dan jambu merah, Balai Kecamatan Sumberrejo, ternak sapi. Di masing-masing lokasi tersebut diberikan 5-10 Personal Computer dilengkapi akses internet kecepatan tinggi (broadband access).

“Pada prinsipnya, dari sisi jumlah, kami menyesuaikan dengan kesiapan di tiap-tiap lokasi. Namun saat ini kami cukupi total sejumlah 30 buah Personal Computer,” tambah Ivon.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyampaikan, untuk mencapai Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energi negeri tidak bisa dengan jalan yang mudah. Diperlukan proses panjang yang berkelanjutan. Termasuk harus dibuat pilot project sebagai small victory yang akan menjadi contoh sukses untuk menginspirasi.

Baca Juga :   Pesanan Kaligrafi Asmaul Husna Meningkat 200 Persen

“Ke empat wilayah inilah pilot project buat wilayah-wilayah lainnya,” imbuhnya.

Sehingga, jika seharusnya ada 8 daerah yang punya potensi pangan selain 4 wilayah diatas, maka kebutuhan untuk wilayah yang lain akan disolusi secara bertahap, baik oleh Pemkab sendiri, maupun oleh pihak lain sehingga bisa segera menyusul seperti pilot projectnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *