Diterjang Banjir Jembatan Nguken Ambrol

Jembatan Ambrol

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Jembatan penghubung Desa Nguken dan Desa Dengok, Kecamatan Padangan,  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ambrol gara-gara diterjang luapan air sungai Bengawan Solo pada awal bulan Desember 2013 lalu.

Pantauan di lapangan menyebutkan, debit air mulai tinggi menyusul status sungai Bengawan Solo siaga III saat ini. Bahkan, kondisi pinggir jembatan tidak ada papan peringatan yang bisa membahayakan pengguna jalan.

“Saya belum melaporkan ambrolnya jembatan ke Pemkab, karena itu harus masuk ke RPJMDes,” kata Kepala Desa Nguken, Kusnadi, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (6/1/2014).

Dia menyatakan, panjang jembatan yang ambrol lumayan besar. Apabila tidak segera tertangani bisa memakan badan jembatan karena tergerus aliran air dari anak sungai Bengawan Solo.

Sementara itu, Parwito (45), seorang warga yang melintas di kawasan jembatan mengatakan, pengguna jalan harus satu per satu saat melewati jembatan, kalau tidak bisa jatuh terperosok. Kondisi itu diperparah dengan kurangnya lampu penerangan jalan.

“Kalau pengendara yang tidak tahu bisa celaka. Makanya kami minta pemerintah kabupaten memperhatikan keselamatan kami,”tukasnya.

Baca Juga :   Kejaksaan Bebaskan Tersangka Curanmor Lewat Restorasi Justice 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro, Andy Tjandra, hingga berita ini ditulis belum memberikan keterangannya mengenai ambrolnya jembatan tersebut. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *