MCL Beri Pemahaman K3 Migas Mahasiswa Akkes

Akkes

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Akademi Kesehatan (Akkes) Rajekwesi Bojonegoro, Jawa Timur bekerja sama dengan Operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) memberikan pemahaman tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) minyak dan gas (migas) kepada 135 mahasiswa di Aula pertemuan setempat, Jum’at (10/1/2014).

Direktur Utama Akkes Rajekwesi, Fidrotin, mengungkapkan, sejak masuknya industrialisasi migas di Bojonegoro pada 2007 silam, Akkes Rajekwesi menyisipkan pendidikan tentang K3 Migas di dalam muatan lokal bagi mahasiswa yang memasuki semester V.

“Ini wujud kami menyongsong industri migas di Bojonegoro. Jangan sampai operator migas mengambil tenaga kesehatan dari luar Bojonegoro,” tegas wanita berjilbab ini.

Fidrotin menyatakan, dengan menggandeng MCL ini akan menambah ilmu pengetahuan terkait dunia migas lebih mendalam kepada mahasiswa karena mereka ahlinya. Namun untuk tenaga pendidik dalam bidang migas dalam perkulihan yang sudah berjalan selama ini diambilkan dari Dinas Kesehatan yang tentunya memiliki kredibiltas yang tinggi dan mumpuni.

“Selain melayani masyarakat, kami juga siap melayani semua perusahaan migas yang membutuhkan tenaga kesehatan,”tandasnya.

Baca Juga :   IJTI Korda Pantura Raya Edukasi 40 Pelajar Sekitar Ladang Gas JTB

Sementara itu, Public and Governmen Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu memaparkan materi tentang safety and health industri migas yang diterapkan di ExxonMobil Corporate.

“Kami secara global bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat diberbagai program,” tukasnya saat memberikan materi.

Rexy menyampaikan, dalam melakukan semua aktifitasnya, ExxonMobil Corporate menjunjung tinggi keselamatan kerja baik itu pekerja, masyarakat maupun lingkungan. Hal itu sesuai dengan motto ExxonMobil yakni No Body Get Hurt atau tidak ada seorangpun yang terluka dalam bekerja. Sehingga kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas di MCL sebagai anak perusahaan ExxonMobil.

“Kami juga sebagai Industry Treading Record atau pemegang rekor tertinggi di bidang safety,” imbuh mantan jurnalis salah satu media nasional itu. 

Tampak ratusan mahasiswa antusias mengikuti pemaparan yang diberikan tersebut. Bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan seputar migas baik itu masalah K3 maupun pelaksanaan operasi MCL di Bojonegoro.

“Kami berharap setelah lulus nanti dapat bekerja di perusahaan migas, karena itu sebuah potensi yang besar untuk dimanfaatkan,” ujar Sri Utami, salah satu Mahasiswi asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro ini.(rien)

Baca Juga :   Bantuan Pendidikan Dihentikan Era Rezim Anna Bakal Diadakan Kembali oleh Wahono — Nurul

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *