SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sekira 50 penambang tradisional asal Dusun Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bingung mencari profesi pengganti setelah mereka tidak melakukan penambangan lagi.
Puluhan penambang itu sudah satu bulan tidak bekerja setelah Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina EP – Tawun Gegunung Energi (TGE) melakukan pembersihan salah satu sumur minyak yang telah di bor pada tahun 2003 lalu.
Sebelumnya sumur itu dikelola warga, mulai pembersihan, perawatan hingga penambangannya. Warga memanfaatkan secara bergantian dari tahun 2006 hingga 2013 kemarin.
“Sekarang mau diambil alih ya otomatis tidak bekerja,†Abdul, salah satu penambang tradisional di sekitar sumur minyak yang saat ini dalam masa pengeboran perawatan.
Tokoh masyarakat setempat, Kusnan, meminta supaya perusahaan memperhatikan apa yang menjadi keresahan warga yang selama ini menggantungkan hidup ditempat tersebut. Entah dengan melibatkan mereka dalam pekerjaan, atau membantu para penambang untuk alih profesi yang lain.
“Karena selama sumur itu ditinggalkan, merekalah yang menjaga dan merawat sumur yang hampir rusak,†kata Kusnan.
Sementara untuk perawatan sumur ditempat tersebut, sekarang sudah di bor dan dirawat sedalam 600 meter. Rencananya, pengeboran akan dilakukan hingga kedalaman 1.190 meter. Data dan analisis dari pengeboran inilah, yang akan digunakan dasar TGE untuk melakukan langkah selanjutnya.
“Hasilnya ini yang akan digunakan TGE untuk menentukan langkah selanjutnya pengelolaan sumur tua ini,†kata Andaru, salah satu petugas dari PT Usaha Sumur Tua (UST), selaku kontraktor dari TGE untuk melakukan perawatan sumur tua.
Untuk diketahui, sumur yang ada di Dusun Tawun ini akan dikelola oleh TGE. Selaku KSO dari Pertamina EP yang akan mengelola lapangan Tawun Gegunung, yang masuk di Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Bangiilan.(edp)