SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur mengklaim alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (Migas) untuk bidang pendidikan telah menyerap dana sebesar Rp13 miliar.
Kepala DPU Bojonegoro, Andy Tjandra, mengungkapkan, sampai dengan 2013 ini sudah ada beberapa gedung Sekolah Dasar (SD) yang direhabilitasi, dan dibangun dengan menggunakan dana tersebut.
“Kami sudah melakukan pembangunan seluruh SD baik Ring 1 Blok Cepu, dan juga seputaran kota,” kata Andy.
Dia menjelaskan, dari pembangunan SD itu diantaranya SDN Kalirejo, SDN Mulyogung, SDN Campurejo, SDN Suko, SDN Kapas. Sementara di Ring 1 yaitu SDN Gayam, SDN Mojodelik, SDN Bonorejo dan masih banyak lagi.
“Untuk tahun ini alokasi dana sebesar Rp15 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan SDN di 13 lokasi,” tegasnya.
Dia menyatakan, asumsi pembangunan gedung baru sebesar Rp3,9 Juta per meter persegi. Sementara total anggaran tinggal mengalikan luas lahan, sehingga masing-masing sekolah total dana yang digunakan berbeda.
Pihaknya mengaku, telah berkoordinasi dengan Bappeda, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Desa untuk memastikan tidak adanya tumpang tindih dalam pembangunan gedung sekolah. Baik itu program dari pemkab maupun CSR dari operator migas.
“Tahun ini dana yang digunakan untuk membangun kekurangan gedung di tahun sebelumnya,” sergahnya. (rien)