Cuaca Buruk Harga Sayur Melambung

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadikan harga komoditi sayuran di pasar tradisional Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami kenaikan drastis, Sabtu (11/1/2013).

Meningkatnya harga itu diakibatkan karena ketersediaan stok yang minim dari kota penghasil akibat cuaca yang tidak menentu. Sementara kebutuhan masyarakat pada akhir tahun melonjak karena banyaknya ativitas yang dilakukan masyarakat usai menggelar perayaan natal dan tahun baru 2014 kemarin.

“Kebanyakan kan sayur dari sini itu ambil dari luar daerah, seperti Malang dan Pasuruan,” kata Yanuar Kusuma (36), salah satu pedagang sayur mayur yang ada di Pasar Baru Tuban, Jalan Gajah Mada.

Dikarenakan Tuban bukan daerah penghasil sayuran inilah, yang menjadikan pedagang harus bersaing dengan pedagang lain dari kota besar. Sehingga untuk urusan hargapun, biasanya sama dengan kota-kota besar lain seperti Surabaya dan Gresik karena sama-sama membutuhkan.

“Karena sama-sama membutuhkan jadi harganya sama,” tambah Yanuar Kusuma.

Pantauan disejumlah pasar tradisional, hampir semua jenis sayur mayur mengalami kenaikan harga. Diantaranya adalah harga seledri yang awalnya Rp7 ribu per kilogram, naik menjadi Rp30 ribu per kilogramm. Kubis yang awalnya Rp3 ribu perkilogram, naik menjadi Rp7 ribu perkilogramnya.

Baca Juga :   Angkutan Gratis Bakal Layani 1.038 Pelajar di Bojonegoro

Selain itu kenaikan juga terjadi pada bumbu dapur. Diantaranya adalah harga cabe rawit yang sekarang mnjadi Rp29 ribu per kilo gramnya dari harga sebelumnya Rp22 ribu, cabe keriting yang sekarang seharga Rp33 ribu dari harga awal yaitu Rp28 ribu, bawang merah seharga Rp22 ribu dari harga awal Rp19 ribu, bawang putih seharga Rp10 ribu dari harga awal Rp8 ribu, telur seharga Rp17 ribu dari harga awal Rp14 ribu rupiah.

“Kita berharap pemerintah mengendalikan harga, karena dengan kenaikan ini konsumen kamii juga membatasi pembeliannya,” kata Sutiah (31), salah satu pedagang sayur yang lain.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *