SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sulitnya para petani mendapatkan pupuk, dimanfaatkan sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan pupuk palsu dengan cara berkeliling ke desa-desa.
Informasi yang didapat, peredaran pupuk palsu itu mulai dijumpai warga di kawasan Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Di desa ini, beberapa petani mengaku membeli pupuk dengan harga Rp80 ribu untuk satu sak seberat 50 kilogram, kepada orang yang berkeliling menggunakan mobil dengan bak terbuka.
Pupuk tersebut, sangat mirip dengan pupuk merk urea. Baik itu cara pengemasan maupun warna pupuknya. Tapi setelah dipegang petani merasa janggal, karena pupuk tersebut ternyata lebih keras dan tidak mau hancur ketika diremas menggunakan tangan.
“Tidak seperti pupuk biasanya, kalau diremas pasti hancur. Ini keras seperti batu,† kata Tugur (53), salah satu petani asal desa setempat kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (11/1/2014).
Dari sinilah mereka menduga kalau pupuk tersebut palsu. Bahkan ketika terkena air hujan pupuk tersebut tidak mau hancur. Lazimnya, pupuk asli akan melebur apabila terkena dengan air hujan.
Sementara itu warga lain, Wartono (58), mengatakan, kalau mereka membeli pupuk yang dijual dengan berkeliling tersebut karena sulitnya mendapat pupuk di pasaran. Selain itu, harga yang mereka tawarkan lebih murah yaitu Rp80 ribu. Sedangkan harga pupuk yang mereka beli biasanya senilai Rp120 ribu untuk satu sak dengan bobot 50 kilogram.
Wartono mengaku, sempat menanyakan kepada pedagang keliling tersebut. Namun pedagang keliling itu mengatakan, jika pupuk tersebut merupakan pupuk hasil cuci gudang sehingga bisa dijual dengan harga murah.
“Selain itu pupuk tersebut juga tidak dingin ketika dipegang, padahal kalau pupuk asli biasanya rasanya dingin,†ujar Wartono, mengungkapkan.(edp)