SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Untuk mengantisipasi aksi para calo atau makelar tenaga kerja (Naker) disekitar proyek migas, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Jawa Timur meminta agar masyarakat, khususnya para orang tua agar tidak mudah mengeluarkan biaya untuk anaknya yang mendapat tawaran kerja.
“Biasanya orang tua langsung saja percaya, kalau anaknya ya hanya ikut,” kata Kepala Disnakertransos, Adi Wicaksono, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (12/1/2014).
Menurut dia, apa yang dilakukan orang tua merupakan hal yang lumrah demi seorang anak. Hanya saja, tidak sedikit orang tua yang menjadi korban penipuan para calo.
“Namanya orang tua, tentu tidak ingin anaknya menjadi pengangguran, terlebih mendapat tawaran kerja di migas,” urai Adi.
Karenaitu, pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap melibatkan instansinya. Hal itu dilakukan agar calon tenaga kerja bisa terdata. “Selama masuk data basenya akan kita bantu penyalurannya, Insya Alloh diterima karena hampir semua perusahaan berkoordinasi dengan kami,”tandas Adi.
Dia mengaku, belum lama ini telah menyalurkan tenaga kerja ke sejumlah perusahaan subkontraktor di operator migas dan unit usaha ritel 179 seperti indomart atau alfamart.Â
“Kalau yang dibutuhkan tenaga skill akan kita minta dilatih, sedangkan unskill disertifikat,” pungkasnya.(roz)