Pemdes Nilai KBSR Kembang Kempis

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menilai Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Swiss Contac yang digandeng oleh operator sumur Banuyurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) hingga saat ini terlihat kembang kempis tak ada kemajuannya.

Kepala Dusun (Kasun) Brabowan, Edi Suyanto, mengatakan, lokasi KBSR di atas lahan milik almarhum H Syukur warga desa setempat hingga saat ini tidak ada perkembangannya sama sekali. Justru lebih terlihat banyak penurunan. 

“Ibaratnya, hidup tidak matipun tidak, Mas. Masa ingat saya dulu bibit sapinya sebanyak 40 ekor. Tapi, sekarang kelihatannya tinggal 6 ekor,” ungkap Edi Suyanto dihubungi via telepon, Minggu (12/01/2014). 

Dia menjelaskan, melihat program KBSR yang dibantu MCL pada tahun lalu tak bisa berkembang maksimal membuat kondisi warga Brabowan kecewa, bahkan ingin terlibat langsung dalam dunia peternakan tersebut. Mereka berharap sebagai pendampingnya juga LSM dari lokal. Alasannya lebih mudah untuk berkomunikasi dalam mengembangkan KBSR.

“Untuk apa pakai LSM luar daerah jika lokal ada dan juga banyak yang mampu mengelolanya. Lain itu, warga Brabowan juga banyak yang punya sapi untuk dikelolanya,” jelasnya.

Dia berharap, MCL dan dinas terkait untuk segera mengambil sikap. Agar, KBSR tidak mati sebelum berkembang.

Insya Allah warga Brabowan mampu mengelolannya, Mas. Lagi pula warga memerlukan kotorannya untuk dibuat pupuk kompos,” imbuhnya.(sam)

Baca Juga :   Tanam Pohon Bersama Warga

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *