Diguyur Hujan Pertumbuhan Jagung Terhambat

Jagung

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Tanaman jagung di beberapa desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terhambat pertumbuhannya akibat tingginya intensitas curah hujan di wilayah setempat yang terjadi sejak Desember lalu.

Hal itu dibuktikan dengan usia jagung yang sudah sekira 2,5 bulan, tapi tinggi tanaman itu hanya sedada orang dewasa. Padahal untuk ukuran normal, saat ini tanaman jagung semestinya sudah diatas tinggi tubuh orang dewasa normal.

Selain itu, tanaman jagung juga belum ada tanda-tanda mengeluarkan manggar (sebutan untuk bunga jagung). Hal ini tentunya berpengaruh juga pada pembuahan, sehingga menjadikan biji jagung tumbuh tidak maksimal.

“Seharusnya sudah mulai manggar, tapi ini kok belum,” kata Priyono (39), salah satu pemilik tanamman jagung ketika ditemui di lahannya di Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Senin (13/1/2014).

Petani dua anak itu memperkirakan terhambatnya pertumbuhan tanaman jagung akibat terlalu banyak air. Karena yang dia ketahui, jagung bisa tumbuh maksimal apabila terkena air hujan tiga hari sekali.

“Jagung sekarang kan terkena air hujan sejak awal Desember kemarin, meh (nyaris) setiap hari hujan,” tambah Darsiman (50), salah satu petani lain asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang.

Baca Juga :   Hujan Deras, Kawasan Proyek Banyuurip Banjir

Saat ini, para petani tersebut mengaku hanya menunggu dan berharap supaya hujan tidak lagi turun setiap hari. Karena masih ada harapan tanaman jagung bisa terselamatkan apabila tidak lagi terus menerus terkena air. Minimal hingga sampai masa panen, yaitu diperkirakan pertengahan Bulan Februari 2014 mendatang.

“Memupuk dan membersihkan rumput sudah, tinggal berharap saja, Mas,” jelas Darsiman.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *