SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Peredaran pupuk yang diduga palsu meluas. Setelah di temukan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, pupuk serupa juga ditemukan di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (13/1/2014).
Salah satu petani, Suntoro (65), warga Desa Cempokorejo, mengaku juga merasa aneh dengan pupuk yang dia beli dengan harga lebih murah. Ciri-cirinya mirip dengan pupuk yang beredar di Desa Tegalrejo, yaitu tidak bisa hancur meski sudah terkena dengan air.
“Saya beli pedagang yang keliling menggunakan mobil bak terbuka,†kata Suntoro, sambil mengatakan kalau harga yang dia dapat lebih murah.
Ternyata para tetangga Suntoro juga melakukan pembelian serupa. Mereka membeli pupuk yang bungkusnya mirip pupuk Urea dengan alasan lebih mudah dan harga yang terjangkau. Karena saat ini pupuk sulit didapat.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Tuban, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahyu Hidayat, mengaku belum ada laporan yang masuk terkait peredaran pupuk yang diduga palsu ini.
“Tidak ada laporan terkait hal ini,†kata Wahyu Hidayat, ketika dikonfirmasi terpisah.
Meski begitu dia menganjurkan kepada masyarakat, apabila merasa curiga dengan pupuk yang dibeli adalah palsu supaya melaporkan penemuan ini kepada petugas kepolisian.
“Kalau merasa curiga dengan pupuk yang dibeli itu palsu, agar melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat,†tandas perwira yang juga alumnus Akpol tahun 2007 ini.(edp)