SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tim dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur  melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas,  Bojonegoro, Rabu (15/1/2014), pasca insiden jatuhnya balok besi yang mengenai well head sumur 29 dan membuat kebocoran gas.
Kepala Bidang Pengawasan,Pemantauan dan Pencemaran Lingkungan BLH Bojonegoro, Sutanto, mengatakan, saat meninjau lokasi sumur alat detektor gas tidak menunjukkan adanya H2S, sehingga bisa dipastikan aman bagi lingkungan sekitar khususnya masyarakat. Â
“Chrismastree atau alat yang ada di kepala sumur sudah ditutup, jadi dipastikan aman,” tandasnya.
Dia menjelaskan, Hydrogen Sulfida (H2S) adalah gas beracun yang sangat membahayakan. Dalam waktu singkat gas H2S dapat melumpuhkan sistem pernafasan dan dapat mematikan seseorang yang menghirupnya. Pada konsentrasi rendah gas H2S memiliki bau seperti telur busuk, namun pada konsentrasi tinggi bau telur busuk tidak tercium lagi karena secara cepat gas H2S melumpuhkan sistem syaraf dan mematikan indera penciuman.
“Gas H2S sudah dikenal lama dalam industri perminyakan dan gas alam sejak dilakukan pengeboran dengan menggunakan menara kayu,” imbuhnya.
Sementara itu, Humas JOB P-PEJ, Nurhasim, mengatakan,akan memberikan keterangan secara tertulis seperti yang disampaikan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kepada tim BLH.
“Saya tidak memiliki wewenang untuk memberikan penjelasan,” sergahnya.(rien)Â