Bupati Lamongan Dituntut Tak Cairkan Dana Jasmas

NULL

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Puluhan aktivis  Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur menggelar demontrasi di kantor bupati setempat, Rabu (15/1/2014).

Dalam demontrasi mahasiswa menuntut agar dana jaring aspirasi (Jasmas) tidak dicairkan bulan Pebruari mendatang, namun menunggu hingga pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) berakhir.

“Kami meminta bupati tidak mengetok pencairan dana Jasmas bulan Pebruari ini tapi menunggu hingga Pemilu Pileg selesai,” seru Koordinator Lapangan (Korlap), Wahyu.

Menurut Wahyu, selama ini dana jasmas selalu dimanfaatkan para calon legislatif (caleg) utamanya caleg incumbent untuk alat kampanye agar masyarakat memilihnya dalam Pileg mendatang. Para caleg selalu mempolitisir dana jasmas untuk mempermulus tujuannya menjadi anggota wakil rakyat.

“Caleg memberikan dana jasmas kepada suatu desa dengan mengatakan dirinya yang telah memperjuangkannya. Ujung-ujungnya dia meminta warga untuk memilihnya saat pemilu caleg nanti. Ini pembodohan kepada rakyat yang dilakukan para calon wakil rakyat,” tegas wahyu.

Dalam unjukrasa itu, para demontran menuntut ditemui Bupati Lamongan, Fadeli. Namun keinginan itu tak terpenuhi karena yang menemui mereka Asisten Tata Praja  I, Achmad Fahri.

Menanggapi tuntutan itu, Fahri mengaku belum dapat mengabulkan tuntutan mahasiswa. Namun begitu dirinya berjanji akan melaporkan tuntutan mahasiswa ke bupati.

Merasa kecewa karena tuntutannya tidak dikabulkan, mahasiswa kemudian melanjutkan orasinya di sekitar Alun-alun Lamongan dengan pengawalan ketat anggota kepolisian. Mereka mengancam akan kembali menggelar unjuk rasa dengan mengerahkan masa lebih besar lagi hingga tuntutan mereka dipenuhi. (tok)

Baca Juga :   Kantor "KPU" Tuban Diserang Bom

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *