SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Blora, Jawa Tengah untuk menetapkan APBD 2014 pada akhir Desember 2013 hanya isapan jempol. Buktinya, hingga saat ini APBD 2014 belum ditetapkan, bahkan  kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Plapon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) antara Pemkab dan DPRD belum diselesaikan.
Padahal KUA PPAS merupakan awal menuju pembahasan hingga penetapan APBD. Sehingga dipastikan butuh waktu beberapa bulan untuk sampai pada tahapan penetapan APBD. Padahal selama ini APBD Blora kerap terlambat penetapannya.
Kondisi itu menuai kritik masyarakat umum dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM). Bahkan dari kalangan internal Pemkab dan DPRD juga melakukan outo kritik terhadap pelaksanaan tugas mereka sendiri.
Wakil Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo, kepada Suara Banyuurip.com juga menyebut Pemkab dan DPRD sama-sama keras kepala.â€Keduanya,  baik legislatif maupun eksekutif sama-sama keras kepala,’’ tegasnya.
Ketua Umum Partai Demokrat Blora ini  meminta, para anggota DPRD agar segera membahas KUA PPAS APBD 2014, sehingga bisa segera ditetapkan.”Padahal  eksekutif sudah memasukan draf KUA PPAS sejak bulan September 2013 lalu,” sebutnya.
Bambang menilai, anggota  legislatif sendiri akan banyak waktu tersita guna menyiapkan diri mengikuti pemilu legislatif (Pileg) pada bulan April 2014. “Ini sudah  bulan Januari, Februari dan Maret 2014 nanti tentunya mereka disibukkan untuk pencalegannya,’’ katanya.
Salah seorang anggota Banggar DPRD Blora, Seno Margo Utomo, sepakat dengan desakan pembahasan hingga penetapan APBD tersebut.â€Kerja APBD adalah kerja pararel dua elemen, yakni TAPD dan Banggar,’’ ujarnya.(ali)