SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diawal tahun 2014 telah mencapai lima kasus.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit (P2) dan Penyehatan Lingkungan (PL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Wheny Dyah, mengatakan, selama tahun 2013 tercatat ada 284 kasus di seluruh Kabupaten Bojonegoro.
“Namun ada tidaknya yang meninggal saya lupa,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com Jum’at (17/1/2014).
Sedangkan pada awal tahun 2014 ini, lanjut dia, baru bertambah sekitar lima penderita. “Sekitar itu jumlahnya,” ujar Wheny menambahkan.
Dia menuturkan, jumlah penderita DB berpotensi meningkat setiap tahunnya. Sebagai langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan fogging untuk menekan pertumbuhan jentik nyamuk. Seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) belum lama ini.
Menurut dia, semua daerah sangat berpotensi memunculkan bibit-bitit penyakit DB. Tidak hanya di wilayah perkotaan atau desa tertentu. Namun juga di sekitar lokasi proyek migas. Sebab endemis-endemis nyamuk DB terus tumbuh dimana saja.
“Sejauh ini yang menjadi titik rawan masih sekitar wilayah kota, untuk dimana titik rawannya saya tidak hafal,” pungkas Wheny. (roz)