SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Koperasi Lima Dua Pusaka warga Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecataman Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur lebih memilih fokus terhadap peluang usaha kecil dan menengah (UKM).
“Yang saya pikirkan dua sampai tiga tahun kedepan, ketika pengerjaan proyek Banyuurip sudah selesai,” kata Ketua Koperasi Lima Dua Pusaka, Jody kepada suarabanyuurip.com, Kamis (16/1/2014).
Jody menuturkan, pihaknya mencoba secermat mungkin melihat peluang usaha yang bisa dikerjakan melalui badan usaha koperasi. Seperti halnya membuka jasa pelayanan kepada masyarakat sekitar proyek.
“Jasa yang bisa kita berikan macam-macam, sesuai kemampuan dan permodalan kami,” tegasnya.
Adapun jasa yang dimaksudkan, kata dia, diantaranya jasa parkir, pasokan air, persewaan kebutuhan warung, laundry, dan lainnya. “Sejauh ini perkembangannya bagus,” tambahnya.
Namun demikian, ada sejumlah kendala yang dihadapinya. Diantaranya, kurangnya memahaminya masyarakat terhadap koperasi sebagai bagian unit usaha bersama. Kemudian kesadaran masyarakat dan sebagian anggota untuk memiliki jiwa berwirausaha.
“Semuanya memang proses, saya yakin suatu saat baru sadar, terutama kalau proyek sudah selesai,” ujarnya penuh harap.
Jody optimis, dengan memulai dari pengembangan usaha kecil dulu untuk kedepan bisa menjadi lebih besar.
Sebagaimana diketahui, Koperasi Lima Dua Pusaka merupakan binaan Lembaga Informasi dan Komunikasi Mayarakat Banyuurip Bangkit (Lima 2B). Didirikanya koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah usaha bagi masyarakat Banyuurip.(roz)